Unair Gelar FGD Ketersediaan Akses Layanan Kesehatan Ibu dan Anak Di Masa Darurat

Unair Gelar FGD Ketersediaan Akses Layanan Kesehatan Ibu dan Anak Di Masa Darurat Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Erwin Astha Triyono saat menghadiri FGD secara virtual, Kamis (13/1/2022)

SURABAYA, kanalsembilan.net - Geliat Universitas Airlangga bersama Unicef kembali menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) tentang ketersediaan akses layanan kesehatan ibu dan anak di masa keadaan darurat (bencana dan krisis kesehatan) Kamis (13/1/2022), secara virtual.

Hadir dalam kegiatan ini perwalilan dari Dinas Kesehatan Kabupaten/kota di Jawa Timur mulai dari kota Surabaya, Kabupaten Jember, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Pamekasan, Kabupaten Gresik, Kabupaten Bondowoso, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Jombang, Kabupaten Kediri, Kabupaten Malang, Kabupaten Lumajang, Kabupaten Sampang, Kabupaten Situbondo, Kabupaten Magetan, Kabupaten Probolinggo, dan Kabupaten Bangkalan.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Dr. dr. Erwin Astha Triyono, Sp.Pd, K-Pti saat hadir dalam FGD virtual ini mengatakan, Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota mestinya harus senang dan berterimakasih dengan adanya acara FGD seperti ini, ini akan sebagai pintu masuk mangatasi masalah di lapangan, terutama yang wilayahnya menjadi pilot project.

Menurut Erwin, masalah kesehatan masyarakat, tidak bisa dilakukan sendiri oleh Dinas Kesehatan, perlu keterlibatan dan bantuan dari pihak lain seperti perguruan tinggi, epidemiolog, dan lainnya.

Erwin berharap, melalui FGD ini bisa menghasilkan kesimpulan bagaimana langkah untuk strateginya ke depan, baik yang jangka pendek, menengah dan jangkah panjang.

img_20220114_070934_compress31

Ketua Geliat Airlangga, Dr. drg. Nyoman Anita Damayanti, M.S mengatakan, FGD ini memang untuk menangani masalah akses kesehatan ibu dan anak di masa pandemi covid 19, namun secara umum juga meningkatkan akses kesehatan bagi masyarakat.

Dalam FGD ini dibahas kondisi saat ini dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak di masa pandemi covid 19 dari masing masing kabupaten/kota, bagaimana mengatasi masalah dan solusinya. 

Pelayanan kesehatan di masa pandemi tak lepas dari kegiatan rencana gawat darurat kesehatan, pelayanan kesehatan dengan memanfaatkan telemedicine, penyesuaian local wisdom untuk pelayanan kesehatan suatu wilayah.

FGD ini juga menganalisis data terhadap pelayanan kesehatan di tengah masa pandemi krisis status kesehatan untuk mengidentifikasi kegiatan pelaksanaan pelayanan dan informasi terkait KB (termasuk pelaksanaan dan kendala dalam pelayanan kampung KB), peran kader dan proses pelayanan Posyandu di masa pandemi, pelayanan kesehatan untuk ibu hamil dan anak di masa pandemi (Terkhususkan pada pelayanan neonatal dan vaksinasi Covid-19), dan informasi terkait pemanfaatan dan implementasi Telemedicine, SIG, Desa siaga, Rencana darurat kesehatan, dan pengaruh local wisdom di masyarakat Jawa Timur.

Pelayanan kesehatan seperti neonatal dasar, juga menjadi salah satu pelayanan penting bagi kesehatan bayi yang baru dilahirkan. Pelayanan kesehatan neonatal khususnya kunjungan neonatal merupakan pelayanan yang diberikan untuk neonatus selama periode 0-28 hari. Dalam masa neonatal, seringkali ditemukan juga neonatal risti atau komplikasi yaitu bayi usia 0-28 hari dengan penyakit dan kelainan yang dapat menyebabkan kesakitan dan kematian. Oleh karena itu, pelayanan neonatal menjadi salah satu dasar pelayanan kesehatan dan penting bagi kesehatan bayi.

Dalam perkembangan kasus Covid-19, terdapat peningkatan kasus ibu hamil positif Covid-19 yang sudah terkonfirmasi. Tingginya resiko apabila ibu hamil positif Covid-19 akan berdampak pada ibu dan bayi, diperlukan upaya agar ibu hamil dapat menerima vaksin Covid-19, namun masih banyak faktor internal dan eksternal yang harus dipertimbangkan sebelum ibu hamil tersebut melakukan vaksinasi Covid-19. Jib