Muswil Ipemi Jatim, Miming Terpilih Lagi

Muswil Ipemi Jatim, Miming Terpilih Lagi

SURABAYA, kanalsembilan.net - Pengurus Wilayah Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (Ipemi) Jawa Timur menggelar Musyawarah Wilayah, Sabtu (27/11/2021) di hotel Neo Waru Sidoarjo. Muswil dengan agenda pemilihan ketua baru periode 2021-2026 ini resmi memilih Miming Merina sebagai ketua PW Ipemi Jatim kembali.

Miming mengatakan, terpilihnya dirinya kembali memimpin Ipemi Jatim bakal mengemban tugas yang lebih berat, salah satunya membentuk kepengurusan cabang di 38 kabupaten/kota di Jatim.

"Kami ingin Ipemi berkibar di 38 kabupaten/ kota di seluruh Jawa Timur, karena sampai hari ini kita baru separuhnya, jadi target saya 5 tahun kedepan, Ipemi harus sudah ada di 38 kabupaten/kota," ujarnya.

Ipemi, lanjut Miming, merupakan organisasi pengusaha muslimah yang fokus kepada pemberdayaan perempuan, perempuan harus kreatif, seperti menghasilkan produk sendiri dan menjual karyanya itu, sehingga bisa menghasilkan profit yang bisa menambah penghasilan minimal bagi dirinya sendiri atau keluarganya, hingga bisa membukakan usaha bagi orang lain.

Ketika muslimah masuk ke Ipemi, akan berjejaring dengan beberapa teman-teman lain yang sudah punya usaha, sehingga akhirnya timbul ide, berkeinginan untuk bisa punya bisnis sendiri. Bagi yang belum punya bisnis, Ipemi melatihnya dan membina, hingga bisa mempunyai produk, mempunyai legalitas usaha, bahkan bisa ekspor produk usahanya.

img_20211127_170103_compress83

"Teman-teman yang sudah punya produk, bisa bertemu dengan teman dari daerah lainnya, sehingga satu sama lain bisa saling bersinergi dan berbagi memenuhi kebutuhan masing-masing, sehingga nilai profit akan bisa dihasilkan," terangnya.

Saat ini anggota Ipemi Jatim telah mencapai ratusan pengusaha muslimah, di Surabaya misalnya, sudah ada 300 pengusaha muslimah, Sedangkan di Sidoarjo sudah 150 pengusaha. Jumlah ini akan terus meningkat mengingat banyak anggota yang terus mengembangkan bisnisnya, agar memberi banyak manfaat bagi para perempuan muslimah.

Miming juga mengakui, selama Pandemi covid 19 pengusaha Ipemi Jatim sempat terpukul, namun lambat laun berupaya bangkit lagi, pengusaha Ipemi Jatim memang mayoritas berasal dari UMKM, dukungan dari pemerintah cukup diharapkan. Pemerintah, lanjut Miming, bisa membantu pelaku UMKM dengan cara memberikan tambahan modal usaha, memangkas biaya pengurusan izin, misalkan izin induk berusaha, PIRT, BP POM dan sertifikasi halal.

"Dulu kita betul-betul UKM, tidak mampu untuk mendapatkan legalitas, karena terbentur biaya dan harapan kita ke depan pemerintah bila perlu menggratiskan, karena demi menunjang legalitas usaha dari teman-teman pelaku UKM," pungkas Miming. Jib