ITS Peringkat Tiga Perguruan Tinggi Terbaik se-Indonesia

ITS Peringkat Tiga Perguruan Tinggi Terbaik se-Indonesia Posisi ITS dalam THE Asia University Rankings 2021 yang berada di posisi 351-400. (humas).

Reporter: Yanwa Evia Java

SURABAYA-kanalsembilan.net

Upaya Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) untuk mengusung kampus menjadi world class university bukanlah main-main. Pandemi Covid-19 yang sudah setahun lebih ini pun tidak menghalangi ITS untuk terus berkembang pesat yang dibuktikan dengan diraihnya peringkat ketiga sebagai perguruan tinggi terbaik di Indonesia versi Times Higher Education (THE).

THE sendiri merupakan lembaga kredibel penyaji data kinerja universitas di kancah internasional yang bekerja sama dengan Quacquarelli Symonds (QS). Menurut The Globe and Mail, THE merupakan salah satu Asia University Rankings (AUR) yang bisa dibilang paling berpengaruh yang diadakan setiap tahunnya atau biasa disebut THE AUR.

Berdasarkan pemeringkatan tahun ini, keunggulan dan kualifikasi ITS ditunjukkan dengan ditempatinya posisi ketiga terbaik se-Indonesia dengan perolehan rata-rata 21,7 – 24,4. Namun, tidak cukup sampai di sana, ITS juga berhasil mencapai posisi 351 - 400 terbaik se-Asia dalam THE AUR 2021 dengan nilai rata-rata 22,94.

Senior Manager of ITS Global Engagement Office on World Class University Affairs Rulli Pratiwi Setiawan ST MSc PhD menyampaikan lima kriteria yang dinilai dalam pemeringkatan THE AUR. “Ada kriteria teaching (pengajaran), research (penelitian), citations (sitasi), international outlook (pandangan internasional), dan industry income (pendapatan industri),” paparnya.

Lebih lanjut, alumnus Universität Stuttgart Jerman itu memberikan keterangan mengenai bobot masing-masing kriteria yang diukur melalui persentase. Di mana, persentase kriteria teaching sebesar 25 persen, research sebesar 30 persen, citations sebesar 30 persen, international outlook sebesar 7,5 persen, dan industry income sebesar 7,5 persen.

Rulli menjelaskan beberapa persyaratan yang harus dipenuhi perguruan tinggi untuk bisa mengikuti atau turut serta dalam pemeringkatan THE AUR. “Persyaratannya adalah pengajar harus mengajar setidaknya satu mahasiswa, lalu universitas harus memiliki tidak lebih dari 80 persen staf untuk satu area studi, dan telah mempublikasikan 1.000 jurnal dalam lima tahun terakhir atau minimal 150 per tahun,” terangnya.

Rulli berkata bahwa mendapatkan peringkat dalam kualifikasi THE merupakan perjuangan yang sulit, ditambah dengan pesaing-pesaing berat dari perguruan tinggi lain. “Ini adalah tahun ketiga ITS masuk dalam pemeringkatan THE dan sedikit berbeda dengan pemeringkatan QS, pemeringkatan THE ini lebih sulit jika dilihat dari kriteria-kriteria yang ada,” imbuh Rulli.

Tidak hanya itu, perempuan berusia 42 tahun tersebut turut membagi pandangannya mengenai indikator dalam THE AUR 2021 ini. Indikator citations merupakan indikator yang paling besar mengalami penurunan. “Masih banyak PR (pekerjaan rumah, red) yang harus dibenahi melalui berbagai terobosan khususnya dalam hal riset dan publikasi untuk dapat meningkatkan capaian sitasi,” tutur dosen Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) ITS tersebut.

Ke depannya, Rulli berharap bahwa ITS dapat terus meningkatkan reputasi di kancah internasional. Peringkat bukan tujuan akhir, tetapi setidaknya bisa menjadi benchmarking untuk melihat posisi ITS di level dunia. “Tentu saja, selanjutnya diperlukan sinergi dan kolaborasi seluruh civitas akademika untuk bisa semakin memantapkan posisi ITS di level dunia,” pungkas Rulli di akhir wawancara.

Peringkat-peringkat dalam THE AUR 2021 sendiri dirilis melalui Pemeringkatan THE Asia University Rankings dirilis melalui “Virtual THE Live Asia” pada tanggal 3 Juni 2021. Info resmi dari peringkat yang ada dapat diakses melalui laman resmi THE atau melalui tautan timeshighereducation.com/world-university-rankings/2021/regional-ranking. (evi).