Untag Surabaya Gelar Webinar Dunia Akuntansi Menyongsong Kampus Merdeka

Untag Surabaya Gelar Webinar Dunia Akuntansi Menyongsong Kampus Merdeka Webinar di Untag Surabaya. (za).

SURABAYA-kanalsembilan.net

Program Studi Akuntansi Untag Surabaya menggelar webinar dengan topik Pembahasan ”Dunia Akuntansi Menyongsong Kampus Merdeka dan Era Baru Pasca Covid 19 New Normal”, melalui Platform Zoom Meeting, Kamis (25/6).

Dekan Fakultas Ekonomi, Dr H Slamet Riyadi, MSi, Ak, CA menyampaikan topik mengenai kesiapan menuju kampus merdeka,  terdapat beberapa dasar hukum kampus merdeka. ‘’Terkait kampus merdeka, kita harus memperhatikan beberapa hal penting yaitu dasar hukum. Ada empat dasar hukum kampus merdeka diantaranya pembukaan Program Studi baru di Perguruan Tinggi, sistem akreditasi Perguruan Tinggi, Perguruan Tinggi Negeri berbadan hukum, dan hak belajar tiga semester di luar Program Studi,'' katanya.

Narasumber pertama, Prof, Dr H Aminullah Assagaf, MS, MM, M.Ak. menyampaikan pembahasan mengenai akuntasi digital di era new normal. Menurutnya, teknologi digital pada dasarnya adalah system digital yang sangat cepat dengan memproses semua bentuk-bentuk informasi sebagai nilai numerik atau kode digital.

‘’Teknologi digital merupakan suatu alat yang tidak lagi menggunakan tenaga manusia secara manual, akan tetapi lebih dari system pengoperasian yang otomatis dengan system komuterisasi atu dengan format yang tentunya dapat dibaca oleh computer,’’ katanya.

Sementara narasumber kedua, Prof Dr Tri Rahmawati, Ak MS CA CPA  mengatakan, saat ini perekonomian di seluruh dunia sedang menurun karena dampak pandemi Covid-19. Terkait hal tersebut, UMKM tidak dapat lagi menjadi penyangga perekonomian seperti saat terjadi krisis ekonomi pada tahun 1998 dan 2008 silam.

‘’Jumlah UMKM yang tersebar di Indonesia sebanyak 62,9. Dalam masa pandemi ini sudah seharusnya mengambil langkah-langkah tepat yang harus diperhatikan seperti memproduksi barang-barang yang fast moving, efisiensi biaya operasional, rencana anggaran tetap dimonitor dan lain sebagainya demi meningkatkan perekonomian,’’ kata Dosen FEB Untag tersebut.

Narasumber terakhir, Dr Nur Sayidah, SE, MSi, Ak memaparkan materinya, yaitu terkait pembentukan karakter berbasis nilai-nilai revolusi mental dalam pembelajaran akuntansi. Terkait hal tersebut ia merujuk intruksi presiden Republik Indonesia Nomor 12 tahun 2016 tentang gerakan nasional revolusi mental.

‘’Ada beberapa poin yang terdapat dalam revolusi mental, diantaranya adalah program Gerakan Indonesia melayani, program Gerakan Indonesia bersih, program Gerakan Indonesia tertib, Gerakan Indonesia mandiri dan Indonesia bersatu,” katanya.(za).