Tetesi Masket Dengan Minyak Kayu Putih

Tetesi Masket Dengan Minyak Kayu Putih Foto: Dimasa pandemi, tetesi masker dengan minyak kayu putih. (ist).

Kemanapun sampeyan pergi, bawalah selalu minyak kayu putih. Untuk apa?
Untuk mengolesi masker yang sampeyan gunakan. Tujuannya untuk apa?
Supaya virus itu, apapun virusnya, melemah. Kakinya pincang, tangannya buntung. Sehingga kemampuan mereplikasi diri akan berkurang drastis. Kalau toh sampeyan terinfeksi, insha Allah hanya akan OTG.

Jangan terlalu percaya pada masker, meski katanya mampu memfilter hingga 95%.
95% itu artinya, kalau ada 100 virus yang masuk, 5 yang akan lolos. Kalau ada 10000 virus, 50 yang lolos. Jumlah virus sebanyak 50 itu, kalau kondisi kita nggak fit, sudah mampu membuat seseorang KO.

Coba kita telusuri berita dari berbagai berita di media massa, berapa banyak tenaga medis, dokter dan perawat yang tewas. Mereka, dalam bekerja pasti sudah dibekali dengan alat pelindung diri (APD) yang sangat ketat, karena mereka berada di garda terdepan dalam perang melawan virus. Jelas, masker mereka bukan masker abal-abal macam masker kain yang hanya mampu memfilter virus 60%. Maskerpun bukan cuma selembar, setidaknya 2 lembar. Meski demikian ketat APD mereka, toh banyak yang pertahanannya jebol juga.

Kenapa?
Karena masker tak akan mampu memfilter 100% virus yang datang. Kalau dokter, perawat, atau petugas medis yang lain kondisnya drop, oleh sebab kelelahan yang sangat, stress dll, maka jumlah virus yang sedikit itu sudah akan mampu menjebol pertahanan mereka.

Jadi bagaimana dong baiknya?

Tetesi masker sampeyan dengan minyak atsiri, semisal minyak kayu putih. Memang belum ada bukti saintifik bahwa minyak kayu putih bisa mencegah virus covid-19, tetapi ujicoba-ujicoba sebelumnya menunjukkan bahwa minyak atsiri secara umum mampu melemahkan berbagai macam virus influensa, virus herpes simplex, bahkan hingga 94%.

Coba sampeyan googling dan perhatikan bentuk virus influensa, covid atau hermes. Bentuknya hampir semuanya sama. Bulat kayak bola dan ada spike-spike yang kayak kulit rambutan. Bagian luar dari birus-virus tersebut juga terbuat dari material yang sama lipid. Jadi kita bisa berharap, kalau minyak atsiri seperti minyak kayu putih bisa membuat virus influensa kelonjotan, insha Allah juga akan mampu membuat virus covid-19 menangis karena kepedihan.

Jadi, ketika kita mengenakan masker yang sudah ditetesi minyak atsiri, wabil khusus minyak kayu putih, maka andaikata ada virus covid-19 yang masuk, virus itu sudah mengalami pelemahan. Kaki dan tangannya sudah pincang (spikenya sudah tidak utuh atau normal lagi). Apalagi jika kita barengi dengan mengunyah bawang merah atau putih mentah, sudah pincang di luar, di dalam rongga hidung dan tenggorokan virus-virus itu kemudian dibakar dibakar dengan gas-gas bawang merah/putih.

Apakah ada keuntungan yang lain? Ada, yakni antibodi tubuh mendapatkan exercise dari virus-virus yang sudah terlemahkan. Artinya, virus yang bisa mencapai rongga hidung dan tenggorokkan itu sejatinya belum mati, tetapi terlemahkan.

Antibodi tubuh akan melawan virus yang terlemahkan tersebut, dan tentu dengan mudah mengalahkan. Ini merupakan latihan nyang sangat baik bagi sistem antibodi, sehingga bila kelak bertemu dengan virus beneran, sistem antibodi dengan cepat mengenali, serta melawan.

Ini mirip dengan cara kerja vaksin. Cuma pada vaksin, ada bangkai virus beneran yang sudah mati kemudian diinjeksikan ke dalam tubuh.

In short, ini saran saya buat kita semua untuk jaga-jaga agar jangan sampai sakit karena terinfeksi kena covid-19 :

  1. Patuhi prokes. Gunakan masker.
  2. Tetesi masker dengan minyak atsiri, khususnya minyak kayu putih.
  3. Tetap mengunyah bawang merah mentah atau bawang putih mentah sebagai makanan untuk virus inhibitor.
  4. Jangan stress, apalagi panik. Banyak mengingat Allah, agar hati menjadi tenang.

Semoga Bermanfaat

(hajinews.id).