Pilih Dunia Apa Akhirat

Pilih Dunia Apa Akhirat

Oleh KH. Luthfi Bashori

Hajinews.id – Membahas tentang pilihan hidup seseorang, kemana tujuan hidup yang diinginkan, apakah kenikmatan dunia tujuannya atau kebahagiaan kekal akhirat nan abadi yang selalu diharapkannya ?

Barangsiapa yang mengisi hidupnya hanya untuk kepentingan dunia, dan tidak beraktifitas kecuali hanya untuk tujuan dunia, maka Allah akan memberinya kenikmatan dunia yang dicarinya itu sesuai kehendak-Nya.

Ibarat seseorang yang dalam kehidupannya hanya bekerja, bekerja dan bekerja untuk mengumpulkan harta, bahkan sangat giat dan tiada semenit pun yang dilaluinya kecuali berusaha menumpuk harta, hingga melupakan kewajiban beribadah kepada Allah.

Dia lupa kapan waktu salat, kapan waktu zakat, kapan waktu puasa dan kapan waktu haji, namun yang ada dalam benaknya hampir dua puluh empat jam, hanyalah mengurusi dunia dan memperkaya diri semata, maka Allah akan memberikan kehidupan dunia yang diinginkan, dan yang diperjuangkannya itu seklipun dia melupakan Allah.

Namun setelah itu Allah akan memasukkannya ke dalam neraka Jahannam, dengan keadaan yang sangat terhina dan jauh dari rahmat Allah.

Karena Allah murka kepadanya, mengapa dia melupakan Dzat yang memberinya kenikmatan hingga dia berani meninggalkan beribadah kepada-Nya.

Berbeda dengan orang yang tujuan hidupnya adalah kenikmatan akhirat, yaitu senantiasa mempersiapkan diri dengan memperbanyak ibadah kepada Allah serta melakukan amal kebajikan kepada sesama muslim, dan hatinya benar-benar beriman kepada Allah dari relung yang paling dalam.

Dia tetap bekerja untuk kepentingan hidup, namun tidak hanyut dalam kenikmatan dunia, hingga pelaksanaan ibadahnya kepada Allah masih terjaga dan istiqamah, hubungan dengan sesama muslim masih terjalin baik, mencari dunia pun hanya yang halal-halal saja, maka orang-orang semacam inilah kelak diberi janji kenikmatan dan kehormatan oleh Allah di akhirat.

Barangsiapa yang tujuan hidupnya untuk mencari kenikmatan akhirat, maka Allah akan memudahkan jalan baginya dalam mencapai tujuan mulianya itu. Sebaliknya barangsiapa yang tujuan hidupnya hanya mencari kenikmatan dunia, maka Allah akan memudahkan jalan baginya dalam mencapai tujuan hinanya itu.

Padahal untuk urusan rezeki bagi setiap orang itu sudah di atur oleh Allah semata.

Nah, perbedaan menyolok dari keduanya, adalah kondisi hidupnya kelak di akhirat nanti, mana yang bakal memperoleh kenikmatan dan mana yang mendapat siksaan.

(Intisari pengajian tafsir surat Al-isra ayat 18-19).

(hajinews.id).