Pendaftar Program Pascasarjana ITS Meningkat 300 Persen

Pendaftar Program Pascasarjana ITS Meningkat 300 Persen Diagram perbandingan pendaftar Pascasarjana ITS tahun 2019-2020 dan 2020-2021. (humas).

Reporter: Shinta Ulwiya

SURABAYA-kanalsembilan.net

Jumlah pendaftar calon mahasiswa program Pascasarjana Institut Teknologi Sepuluh Nopember mengalami peningkatan secara signifikan. Pada semester genap ini, total jumlah pendaftar mencapai 705 orang yang terdiri dari 506 program doktor, 79 program magister, dan 120 Program Profesi Insinyur (PPI). Jumlah tersebut meningkat 300 persen dari jumlah pendaftar semester genap tahun lalu.

Prof Dr rer pol Heri Kuswanto MSi, Direktur Pascasarjana dan Pengembangan Akademik ITS menyampaikan bahwa ditinjau dari tren yang ada, jumlah pendaftar semester gasal (ganjil) biasanya selalu lebih besar dari semsetr genap. Pendaftar biasanya mencapai ribuan untuk semester gasal dan dua ratusan pada semester genap. “Nah, kita membandingkan dengan jumlah pendaftar pada semester genap tahun lalu terjadi kenaikan 300 persen dari 222 menjadi 705 pendaftar,” paparnya.

Lebih lanjut, Heri menyatakan bahwa ITS saat ini punya 20 program studi doktor, 17 magister, dan satu PPI. Program studi (prodi) pasca yang konsisten jumlah pendaftarnya terbanyak adalah dari program doktor dan magister Manajemen Teknologi. Namun, ada juga dari prodi pasca Teknik Mesin dan Teknik Elektro yang juga pendaftarnya sangat tinggi semester ini. “Namun rata-rata semua prodi pendaftarnya naik saat ini,” tuturnya.

Inovasi yang dilakukan Direktorat Pascasarjana dan Pengembangan Akademik (Ditpaspa) ITS salah satunya adalah dengan melakukan diversifikasi program. Dalam setahun ini, ITS telah merancang program-program baru seperti jalur riset, Program Pendidikan Jarak Jauh (Kelas PJJ), Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), serta beasiswa. “Tentunya juga kerja keras dari bapak/ibu di program studi terkait yang sudah sangat membantu promosi program pasca kita,” tutur dosen lulusan sarjana dan doktor Statistika ITS ini.

Heri berpendapat, kelas PJJ ini merupakan salah satu program unggulan Pascasarjana ITS tahun ini. Dengan situasi pandemi sekarang, ini menjadi pilihan yang sangat bagus terutama bagi calon mahasiswa yang terikat dengan pekerjaan. Sehingga tidak dimungkinkan pindah ke Surabaya untuk kuliah atau meninggalkan pekerjaannya. “Di semester ini ada 282 pendaftar (kelas PJJ), angka yang sangat fantastis untuk sebuah program yang baru dibuka, apalagi level pascasarjana,” ujarnya.

Menyinggung soal peluang beasiswa, Heri menyampaikan bahwa hampir semua program studi di Pascasarjana ITS memiliki skema beasiswa kerja sama khusus dengan instansi tertentu. Seperti dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dan lainnya. 

Di semester genap ini, Pascasarjana ITS hanya membuka beasiswa Fresh Graduate (FG). Kuota beasiswa FG ini direncanakan akan selalu naik setiap tahunnya. “Ke depan, untuk semester gasal dan genap 2021 kita akan membuka kuota sebanyak 250 beasiswa Fresh Graduate,” jelasnya.

Pada semester gasal akan ada beberapa beasiswa yang ditawarkan selain FG misalnya fastrack, asisten peneliti, doktor untuk dosen ITS. Ada juga beasiswa untuk mahasiswa asing mulai semester depan. “Ada banyak beasiswa yang bisa dimanfaatkan, sekarang beasiswa seharusnya bukan kendala lagi. Kesempatan lebih besar bagi yang memang niat studi lanjut.” tandasnya. 

Heri menyampaikan bahwa di masa pandemi ini ia sempat merasa pesimis dengan peminat studi pascasarjana di ITS karena situasi ekonomi dan lainnya. Namun ternyata program-program yang telah dirancang berbuah manis. “Alhamdulillah pendaftarnya jauh melebihi ekspektasi atau target kami, ini berkat kerja keras semua elemen di ITS tentunya,” ungkapnya.

Terakhir, Heri berharap jumlah mahasiswa Pascasarjana ITS akan naik signifikan dari tahun ke tahun. Hal ini dalam rangka mendukung visi ITS sebagai research and innovation university. “Bagaimana pun kontribusi mahasiswa pascasarjana sangat signifikan, utamanya dalam men-generate publikasi dan inovasi-inovasi melalui penelitian bersama dengan dosennya,” pungkasnya. (shi/za).