Pemimpin Perempuan di Sampoerna Capai 30 Persen

Pemimpin Perempuan di Sampoerna Capai 30 Persen Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. (ist).

JAKARTA-kanalsembilan.net

"Saat ini di PT HM Sampoerna Tbk, keterwakilan perempuan di jajaran direksi mencapai 50 persen, sementara untuk tingkat manajerial telah mencapai sekitar 30 persen,"  kata Elvira Lianita Direktur Sampoerna pada webinar bertajuk "Peran Perempuan sebagai Penggerak Ekonomi di Masa Pandemi", Jumat (23/4/2021).

PT  HM Sampoerna senantiasa berupaya menciptakan lingkungan kerja yang inklusif dan adil, serta memberikan kesempatan yang sama kepada setiap karyawannya, baik laki-laki maupun perempuan, termasuk melalui berbagai penugasan proyek dan program kepemimpinan.

Selain Elvira, turut hadir sejumlah pemimpin perempuan Indonesia, termasuk Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati serta Bupati Bolaang Mongondow Yasti Soepredjo Mokogow.

"Keragaman dan inklusi adalah fondasi bagi kesuksesan Sampoerna," ujar Elvira.

Ia mengatakan, Sampoerna merupakan perusahaan pertama di Indonesia yang menerima sertifikasi kesetaraan upah dari Equal Salary Foundation. Penghargaan yang diberikan selama dua tahun berturut-turut sejak 2019 atas upaya Sampoerna dalam menciptakan lingkungan kerja yang inklusif.

Tak hanya itu, Sampoerna juga memperoleh penghargaan Top Employer dari Top Employer Institute selama empat tahun berturut-turut atas upaya perusahaan dalam berbagai hal, termasuk dalam hal keberagaman dan inklusivitas.

Dalam tahapan rekrutmen, lanjut Elvira, Sampoerna juga memastikan memiliki kandidat yang seimbang dalam hal gender untuk memastikan perusahaan telah memberikan kesempatan yang sama.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Sri Mulyani mengatakan, pemerintah mendukung kesetaraan gender, termasuk melalui APBN. Pemerintah, misalnya, memberikan berbagai bantuan kepada para pelaku UMKM, yang mayoritas perempuan. Salah satunya adalah program keluarga harapan (PKH). Ada pula program Ultra Mikro atau UMI yang turut memberikan bantuan permodalan yang mayoritas penerimanya adalah perempuan.

Sri Mulyani berharap, hal ini dapat menjadi kesempatan bagi perempuan untuk berkembang. Karena kalau kita lihat, suatu perekonomian di mana perempuan diberikan kesempatan yang sama, atau ada gender equality, dia bisa meraih gain atau manfaat hingga 28 triliun dollar AS atau 26 persen lebih tinggii. (za).