Menyia-nyiakan Amanat

Menyia-nyiakan Amanat Foto: Ilustrasi.

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Pelajaran ke-204 :

اِذَا ضُيِّعَتِ الأَمَانَةُ فَانْتَظِرِ السَّاعَةَ، قَالَ: كَيْفَ اِضَاعَتُهَا يَارَسُوْلَ اللّٰهِ؟ قَالَ: اِذَا اُسْنِدَ الأَمْرُ اِلَى غَيْرِ اَهْلِهِ فَانْتَظِرِ السَّاعَةَ

Apabila amanat disia-siakan maka tunggulah saat kehancurannya. Salah seorang sahabat bertanya: Bagaimanakah menyia-nyiakannya, wahai  Rasulullah?  Rasululllah Saw menjawab: Apabila perkara  diserahkan kepada orang yang bukan ahlinya, maka tunggulah saat kehancurannya. (Riwayat Bukhari)

Penjelasan:
Semua urusan/ tanggung jawab, jika ditangani oleh tenaga yang profesional, maka akan mencapai sucses yang gemilang. Dan sebaliknya  bilamana amanat atau tanggung jawab suatu urusan diserahkan bukan kepada ahlinya, maka akan mengalami kehancuran.

Alamat keberuntungan

اِذَا طَلَعَتِ الثُّرَيَّا مِنَ الزَّارِعِ مِنَ العَاهَةِ

Apabila bintang Tsurayya terbit, niscaya tanam-tanaman akan aman dari gangguan hama. (Riwayat Thabrani)

Penjelasan
Hadits terdahulu disebutkan tentang tanda musim paceklik yaitu bila dalam bulan romadhon terdapat sinar merah seperti tiang dari ufuk timur. Dalam hadits ini disebutkan bahwa bila bintang Tsurayya muncul, maka pertanda tumbuh-tumbuhan akan subur dan selamat dari gangguan hama. Kadang kadang Alloh memberi tanda akan terjadinya sesuatu, baik positif maupun negatif, agar kita tanggap.

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

(gwa-uzc).