MENTAL KAYA

MENTAL KAYA Kanan: Dadang Hidayat sedang memberikana motivasi.(zainuddin).

By Dadang Hidayat
(CEO PT. Indo Tata Graha)
.
Thomas J. Stanley, Ph.D dalam bukunya The Milionaire Mind menyebut, para miliuner yang dia teliti membangun bisnis mereka dari nol. Jadi bukan bisnis warisan orangtua atau nenek moyang. Meskipun sebagian besar miliarder itu bukan berasal dari keluarga mampu, namun mereka berjuang untuk membangun kepribadian mandiri sejak masih remaja. Pada saat mereka belum sukses, mentalitas kaya sudah menghiasi kepribadian mereka. Mereka belajar berhemat, berdisiplin, bergaul secara luwes dan mulai merancang impian-impian kelak di masa dewasa. 
.
Saat ini boleh saja kita masih miskin dan belum sukses, tetapi harga diri tidak boleh di letakkan di bawah kaki. Rendah hati itu harus, tapi rendah diri jangan. Kemiskinan akan tetap berwujud kemiskinan manakala si miskin tak mengubah mentalitasnya. Mentalitas kaya adalah sebuah sikap menghargai diri sendiri di hadapan orang lain maupun diri sendiri. Mentalitas kaya berpegang pada keyakinan diri yang besar bahwa kita memiliki kemampuan untuk mengubah keadaan diri. Sebaliknya orang yang bermental miskin umumnya ditandai dengan ketidakpercayaan diri berhadapan orang lain atau saat menghadapi tantangan. 
.
 
Ciri-ciri orang bermental kaya itu antara lain:
.
1.  Menolak Belas Kasihan Orang Lain
Orang bermental kaya pantang menerima pemberian orang lain secara cuma-cuma tanpa alasan yang bisa diterima. Menolak belas kasihan orang bukan berarti angkuh atau sombong, tetapi sebuah prinsip bahwa segala hal harus dilalui dengan perjuangan. Orang yang terbiasa hidup dari rasa belas kasihan orang lain cenderung malas atau tidak punya semangat untuk hidup mandiri. Berarti orang yang terbiasa menerima pembelian orang lain secara tidak sadar mendidik karakternya untuk menjadi orang yang bermental miskin. 
Salah satu ciri yang melekat pada orang bermental miskin adalah senang pada hal-hal yang sifatnya gratisan. Ia senang dengan pemberian orang lain padahal ia sendiri mampu memenuhinya. Sebaliknya mereka merasa berat ketika dimintai bantuan orang lain. Berbeda dengan orang bermental kaya, mereka ringan tangan. Karena mereka berkeyakinan bahwa kemuliaan diri diukur dari seberapa banyak kontribusi mereka pada kehidupan. 
.
 
2. Bersedekah
Bersedekah atau berbagi harta adalah syarat wajib membangun mental kaya. Logikanya sederhana; ketika seseorang memberi kepada orang lain, secara neurologis dalam otaknya akan terbangun kepercayaan diri bahwa dia punya kemampuan atau kelebihan. 
.
Tentang keutamaan sedekah dalam konteks agama, saya yakin sudah banyak informasi dari Al-Qur’an atau hadis yang Anda dengar. Fokus saya dalam bahasan ini adalah, dampak sedekah bagi kekuatan mental seseorang. Orang yang mentalnya kaya secara otomatis akan memiliki etos kerja (berkarya) di atas rata-rata karena ia sadar memiliki kewajiban untuk membantu orang lain. Sebaliknya orang yang bermental miskin, semangat hidupnya rendah karena yang tumbuh dalam pikirannya adalah bagaimana ia mendapatkan bantuan atau pemberian dari orang lain. 
.
Orang yang gemar sedekah, berarti menyuburkan kepedulian pada dirinya sehingga ia merasa masalah orang lain adalah masalahnya juga. Pikirannya selalu hidup untuk mencari ide bagaimana ia bisa menolong sebanyak mungkin orang. Sebaliknya orang yang pelit, jiwanya kering dari rasa peduli. Jiwa yang kering membuat idenya pun kering karena ia merasa masalah orang lain bukanlah tanggung jawabnya. 
.
Saya kira di dunia ini tidak ada yang tidak suka kepada orang dermawan. Tidak hanya manusia, Tuhan pun suka kepada kaum dermawan. Jika Tuhan sudah suka, maka permintaan apa yang tidak mungkin dikabulkan-Nya?
.
Saya mengistilahkan ikhtiar adalah mesin, dan sedekah adalah pelumas yang membuat aliran rezeki menjadi lancar. Maka bersedekahlah sampai jiwa Anda gemetar. Maksudnya, sedekahlah dalam jumlah yang besar sehingga pikiran negatif dalam diri Anda terguncang karena dikalahkan oleh pikiran positif. 
.
 
3. Tak Berhenti Belajar 
Mengupgrade diri adalah syarat berikutnya membangun mental kaya. Steve Jobs pernah berkata “stay hungry, stay foolish”, tetaplah lapar, tetaplah bodoh. Stay hungry maksudnya jangan cepat merasa puas terhadap pencapaian yang Anda raih. Stay foolish mengandung makna tetaplah merasa bodoh sehingga Anda selalu punya etos untuk terus belajar di mana pun, kapan pun dan dari siapa pun. 
.
Orang yang bermental kaya memang memiliki kecenderungan haus akan ilmu sehingga ia terus belajar secara otodidak atau belajar dari pengalaman dalam rangka mengasah skill-nya. Mereka tidak mau menunggu kesempatan datang, tetapi mereka mengejar kesempatan untuk terus belajar. Maka orang-orang yang bermental kaya biasanya jam tidurnya lebih sedikit. Dalam sehari Pak Habibie hanya tidur 4 jam, selebihnya untuk belajar dan berkarya. Lantas bagaimana dengan Anda?
.
4. Tak Takut Bermimpi Setinggi Langit
Gantungkan cita-citamu setinggi langit, jika engkau jatuh setidaknya jatuhnya di bintang-bintang, kata Bung Karno. Orang yang bermental kaya memang tidak pernah merasa kapok kendati pun kegagalan berulang kali menghantamnya. Alih-alih stuck dengan meratapi kegagalannya, orang bermental kaya memilih untuk terus mengejar memimpinya sembari mengevaluasi kegagalannya. 
.
Meskipun kehidupan mereka saat itu penuh kekurangan, tapi mereka memiliki keyakinan bahwa mimpilah yang mampu mengubah keadaan diri mereka. Orang yang takut bermimpi sesungguhnya telah membunuh harapannya sendiri.