Manusia Calon Penghuni Surga

Manusia Calon Penghuni Surga Foto: Ilustrasi.

Monggo Ngaji # 306

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

"Life in this world is temporary and not eternal, so make the best use of it for worshiping Allah swt'.
("Hidup di dunia ini adalah sementara tak abadi. maka manfaatkan sebaik-baiknya untuk ibadah kepada Allâh Swt'.")

Salah satu dari rukun Iman yang enam adalah mengajarkan kepada kita  untuk beriman dengan adanya hari akhirat.

Hari yang dimulai dengan kehancuran alam ini. Dimana Air laut tumpah ke darat, planet-planet bertabrakan, gunung meletus, bumi gempa, dan semua yang hidup akan mati. Terjadinya kebangkitan setelah mati itu yang disebut dengan kehidupan akhirat.

 Allâh Swt berfirman,

يَوْمَ يَفِرُّ ٱلْمَرْءُ مِنْ أَخِيهِ. وَأُمِّهِۦ وَأَبِيهِ.وَصَٰحِبَتِهِۦ وَبَنِيهِ.لِكُلِّ ٱمْرِئٍ مِّنْهُمْ يَوْمَئِذٍ شَأْنٌ يُغْنِيهِ.وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ مُّسْفِرَةٌ.ضَاحِكَةٌ مُّسْتَبْشِرَةٌ.وَوُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ عَلَيْهَا غَبَرَةٌ.تَرْهَقُهَا قَتَرَةٌ.أُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْكَفَرَةُ ٱلْفَجَرَةُ.
Artinya :
"Pada hari ketika manusia lari dari saudaranya. dari ibu dan bapaknya,dari istri dan anak-anaknya. Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukkannya. Banyak muka pada hari itu berseri-seri, tertawa dan bergembira ria, dan banyak (pula) muka pada hari itu tertutup debu, dan ditutup lagi oleh kegelapan. Mereka itulah orang-orang kafir lagi durhaka." (Qs. Abasa : 34-42)

Ketika orang-orang disibukkan dengan urusannya masing-masing untuk mempertanggung jawabkan di  hadapan Allâh Swt, Namun hanya ada tujuh golongan manusia yang selamat dan mendapatkan pertolongan dari Allâh Swt pada hari kiamat.

Dari Abu Hurairah berkata bahwa Rasulullah Saw bersabda,

 سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللهُ فِيْ ظِلِّهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ
Artinya :
“Tujuh golongan yang dinaungi Allâh dalam naungan-Nya pada hari di mana tidak ada naungan kecuali naungan-Nya:
 
(1).اَلْإِمَامُ الْعَادِلُ (imam yang adil)

Pemimpin yang bersikap adil. Dalam hal amanat ia benar-benar mengembannya dengan baik, tidak melampaui batas dan tidak meremehkan. Keadilannya tidak beralih pada harta dan tidak beralih pada kesenangan dunia. Itulah pemimpin yang akan mendapatkan naungan Allâh Swt pada hari kiamat.

(2) وَشَابٌّ نَشَأَ بِعِبَادَةِ اللهِ
(Seorang pemuda yang tumbuh dewasa dalam beribadah kepada Allâh Swt)

Pemuda pada asalnya nafsunya begitu tinggi akan dunia dan kebanyakan itu lalai dari akhirat. Kalau ada pemuda yang rajin berjamaah di masjid, rajin menghadiri shalat Dhuha, akhlaknya pun bagus pada bapak-ibunya, dialah pemuda yang jadi harapan akan mendapatkan naungan Allâh Swt pada hari kiamat.

Maka pantas saja, memasukkan pemuda yang rajin ibadah dalam golongan yang akan mendapatkan naungan Allâh Swt pada hari kiamat.

(3) وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ فِي الْـمَسَاجِدِ (Seorang yang hatinya bergantung ke masjid)

Orang yang hatinya terkait dengan masjid adalah mereka yang selalu mengingat shalat berjamaah walau dalam keadaan super sibuk. Sopir kendaraan ketika mendengar suara azan segera memarkirkan kendaraannya untuk mengerjakan shalat. Pegawai kantoran bergegas ke masjid ketika berkumandang adzan.

(4) وَرَجُلَانِ تَحَابَّا فِي اللهِ اِجْتَمَعَا عَلَيْهِ وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ
(Dua orang yang saling mencintai di jalan Allâh Swt, keduanya berkumpul karena-Nya dan berpisah karena-Nya).

Yang dimaksud adalah mereka yang berteman karena Allâh Swt. Sehingga teman yang dipilih adalah karena tertarik pada keshalihan, bukan tertarik pada dunia dan harta. Pertemanan tersebut dibangun di atas iman sampai maut menjemput.

(5) وَرَجُلٌ دَعَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ ، فَقَالَ : إِنِّيْ أَخَافُ اللهَ
(Seorang laki-laki yang diajak berzina oleh seorang wanita yang mempunyai kedudukan lagi cantik, lalu ia berkata, ‘Aku benar-benar takut kepada Allâh Swt').

Ada wanita yang kaya raya, terhormat dan begitu cantik. Ia menggoda dan mengajak laki-laki untuk berzina. Namun karena takut pada Allâh Swt ,laki-laki tersebut tidak melakukannya.

(6) وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ فَأَخْفَاهَا حَتَّى لَا تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِيْنُهُ
(Seseorang yang bershadaqah dengan satu shadaqah lalu ia menyembunyikannya sehingga tangan kirinya tidak tahu apa yang diinfaqkan tangan kanannya).

Maksudnya, sedekah yang paling utama adalah sedekah yang dilakukan sembunyi-sembunyi. Lihatlah ibarat yang dinyatakan oleh Nabi Muhammad Saw, tangan kanan yang berinfak lantas tangan kiri tidak mengetahuinya. Ini menunjukkan bahwa yang paling dekat saja tidak mengetahui kalau ia bersedekah.

Namun boleh saja seseorang bersedekah terang-terangan untuk memberikan contoh pada orang lain. Juga sedekah boleh dilakukan terang-terangan jika yang dimaksud adalah sedekah wajib (seperti zakat dan nafkah keluarga).

(7) وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللهَ خَالِيًا فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ
(Seseorang yang berdzikir kepada Allâh Swt dalam keadaan sepi lalu ia meneteskan air matanya)

Maksudnya adalah orang yang rajin berdzikir pada Allâh Swt dengan benar-benar menghayati, hingga terkadang air matanya menetes ketika menyendiri karena takutnya pada Allâh Swt.

Dikatakan ia berdzikir seorang diri (ketika sepi) menunjukkan bahwa dzikir yang utama itu disembunyikan, karena lebih akan terjaga dari riya’.

Semoga Allah menggolongkan kita masuk dalam tujuh golongan di atas yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya.

Semoga bermanfaat,
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Ubaidillah Ichsan, S.Pd
Korps Mubaligh Muhammadiyah KMM PDM Jombang

(gwa-mu-1443h).