Kewajiban Berlaku Adil dan Jujur

Kewajiban Berlaku Adil dan Jujur Foto: Ilustrasi.

TAFSIR AL QUR’AN (366)
???? QS. al-Mā'idah/5: 8 s/d 11
???????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????? ????????

???? KEWAJIBAN BERLAKU ADIL DAN JUJUR ????

{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ لِلَّهِ شُهَدَاءَ بِالْقِسْطِ ۖ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَىٰ أَلَّا تَعْدِلُوا ۚ اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَىٰ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ (8) وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ ۙ لَهُم مَّغْفِرَةٌ وَأَجْرٌ عَظِيمٌ (9) وَالَّذِينَ كَفَرُوا وَكَذَّبُوا بِآيَاتِنَا أُولَٰئِكَ أَصْحَابُ الْجَحِيمِ (10) يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ هَمَّ قَوْمٌ أَن يَبْسُطُوا إِلَيْكُمْ أَيْدِيَهُمْ فَكَفَّ أَيْدِيَهُمْ عَنكُمْ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ (11)} [المائدة : 8-11]

TERJEMAH
(8) Wahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu sebagai penegak keadilan karena Allah, (ketika) menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah. Karena (adil) itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sungguh, Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan. (9) Allah telah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan beramal saleh, (bahwa) mereka akan mendapat ampunan dan pahala yang besar. (10) Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itulah penghuni neraka. (11) Wahai orang-orang yang beriman! Ingatlah nikmat Allah (yang diberikan) kepadamu, ketika suatu kaum bermaksud hendak menyerangmu dengan tangannya, lalu Allah menahan tangan mereka dari kamu. Dan bertakwalah kepada Allah, dan hanya kepada Allah-lah hendaknya orang-orang beriman itu bertawakal.
 
KOSAKATA: Yatawakkal   فَلْيَتَوَكَّلِ
 (al-Mā'idah/5: 11).
      At-tawakkul artinya “menggantungkan/mengandalkan orang lain dan menjadikannya wakil dari dirinya”. Ayat ini memerintahkan orang-orang mukmin untuk menyerahkan urusan mereka kepada Allah. Kata tawakkul atau penyerahan urusan ini terkait dengan urusan mematuhi perintah, dan menjauhi larangan sehingga tawakkul terkait erat dengan takwa. Orang boleh berserah diri pada Allah dalam suatu perbuatan sesudah menyempurnakan berbagai faktor yang menjadi penyebab diperolehnya keberhasilan dari tindakannya tersebut, dengan kata lain anggota tubuh bekerja dengan sungguh-sungguh sedangkan hati terpaut dengan berserah diri kepada Allah.

MUNASABAH
     Setelah Allah memerintahkan kepada hamba-Nya yang mukmin supaya memenuhi janji secara umum, kemudian menyebutkan karunia-Nya dengan menghalalkan bagi mereka makanan yang baik dan mengharamkan makanan yang tidak baik serta membolehkan mereka makan sembelihan Ahli Kitab dan mengawini wanita-wanitanya, maka pada ayat ini Allah menerangkan tentang bagaimana sebaiknya atau seharusnya kita berlaku terhadap orang lain, baik mereka Ahli Kitab, musuh, maupun sahabat dan kerabat.

???? TAFSIR
     (8) Ayat ini memerintahkan kepada orang mukmin agar melaksanakan amal dan pekerjaan mereka dengan cermat, jujur dan ikhlas karena Allah, baik pekerjaan yang bertalian dengan urusan agama maupun pekerjaan yang bertalian dengan urusan kehidupan duniawi.     Karena hanya dengan demikianlah mereka bisa sukses dan memperoleh hasil atau balasan yang mereka harapkan. Dalam persaksian, mereka harus adil menerangkan apa yang sebenarnya, tanpa memandang siapa orangnya, sekalipun akan menguntungkan lawan dan merugikan sahabat dan kerabat. Ayat ini senafas dan seirama dengan Surah an-Nisa’/4:135 yaitu sama-sama menerangkan tentang seseorang yang berlaku adil dan jujur dalam persaksian.     Perbedaannya ialah dalam ayat tersebut diterangkan kewajiban berlaku adil dan jujur dalam persaksian walaupun kesaksian itu akan merugikan diri sendiri, ibu, bapak dan kerabat, sedang dalam ayat ini diterangkan bahwa kebencian terhadap sesuatu kaum tidak boleh mendorong seseorang untuk memberikan persaksian yang tidak adil dan tidak jujur, walaupun terhadap lawan.
     Selanjutnya secara luas dan menyeluruh, Allah memerintahkan kepada orang-orang yang beriman supaya berlaku adil, karena keadilan dibutuhkan dalam segala hal, untuk mencapai dan memperoleh ketenteraman, kemakmuran dan kebahagiaan dunia dan akhirat. Oleh karena itu, berlaku adil adalah jalan yang terdekat untuk mencapai tujuan bertakwa kepada Allah.
     Akhir ayat ini menyatakan janji Allah bahwa kepada orang yang beriman yang banyak beramal saleh akan diberikan ampunan dan pahala yang besar. Janji Allah pasti ditepati-Nya sebagaimana tersebut dalam firman-Nya:
 
{رَبَّنَا إِنَّكَ جَامِعُ النَّاسِ لِيَوْمٍ لَّا رَيْبَ فِيهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ لَا يُخْلِفُ الْمِيعَادَ} [آل عمران : 9]

“Sesungguhnya Allah tidak menyalahi janji.” (Ali ‘Imran/3:9).

     Amal saleh ialah setiap pekerjaan yang baik, bermanfaat dan patut dikerjakan, baik pekerjaan ubudiyah seperti salat dan lain-lain, maupun pekerjaan seperti menolong fakir miskin, menyantuni anak yatim, dan perbuatan sosial lainnya.
     (10) Selanjutnya ayat itu menyatakan bahwa orang kafir yang mendustakan ayat-ayat Allah, adalah penghuni neraka. Ayat-ayat Allah artinya tanda-tanda adanya Allah Yang Maha Esa dan Al-Qur’an. Setiap ayat yang menjadi mukjizat yang besar bagi kenabian dan kerasulan Muhammad saw adalah tanda adanya Allah Yang Maha Esa dan Mahakuasa. Akhir ayat menyatakan bahwa orang-orang kafir yang mengingkari dan mendustakan ayat-ayat-Nya adalah penghuni neraka.
     (11)    Orang-orang yang beriman harus mengingat kembali nikmat yang sangat besar yang diberikan kepada mereka dengan kekuasaan-Nya, Allah telah menahan dan membebaskan mereka dari suatu kejahatan yang sangat berbahaya yang direncanakan oleh orang-orang kafir.
     Banyak riwayat yang menceritakan tentang sebab turunnya ayat ini yang pada umumnya berkisar di sekitar seorang laki-laki dari suku Muharib yang diutus oleh kaumnya untuk membunuh Nabi Muhammad saw. Riwayat yang terkuat ialah yang dikuatkan oleh al-Hakim dari hadis Jabir, yaitu seorang laki-laki dari suku Muharib bernama Gauras bin Haris datang dan berdiri di hadapan Rasulullah saw seraya (menghunus pedang) dan berkata, “Siapakah yang dapat membelamu?” Rasulullah saw menjawab, “Allah” maka terjatuhlah pedang itu dari tangannya lalu diambil oleh Rasulullah saw seraya berkata, “Siapakah yang dapat membelamu?”, laki-laki itu menjawab, “Jadilah engkau sebaik-baik orang yang bertindak.” Rasulullah bertanya, “Maukah engkau mengakui bahwa tiada tuhan selain Allah dan sesungguhnya aku adalah Rasul-Nya ?” Laki-laki itu menjawab, “Saya berjanji bahwa saya tidak akan memerangimu dan tidak akan turut dengan kaum yang akan memerangimu.” Lalu Rasulullah saw membebaskannya, setelah ia kembali kepada kaumnya ia berkata kepada mereka: “Saya baru saja datang menjumpai seorang manusia yang paling baik yaitu Rasulullah saw.”
Ayat ini mengajak orang-orang yang beriman untuk mengingat kembali nikmat yang akan diberikan kepada mereka pada waktu menghadapi kaum yang bermaksud jahat, Allah menahan dan melepaskan mereka dari bahaya
kejahatan musuh.
     Menurut sebagian ahli tafsir yang dimaksud dengan kejahatan dalam ayat ini ialah kejahatan Gauras yang tersebut di atas. Sebagian lain berpendapat bahwa yang dimaksud, ialah semua kejahatan yang dilakukan oleh orang kafir kepada Rasulullah dan para sahabatnya pada permulaan lahirnya Islam dan mereka selalu dilindungi Allah.
     Mengingat hal-hal serupa itu sangat besar manfaatnya bagi kehidupan orang-orang yang beriman, akan lebih memperteguh imannya kepada Allah dan kekuasaan-Nya dan menimbulkan semangat dan kepercayaan kepada diri sendiri dalam menghadapi kesusahan dan penderitaan untuk menegakkan kebenaran. Pada akhir ayat ini, Allah memerintahkan kepada orang-orang mukmin supaya tetap bertakwa kepada-Nya yang telah memperlihatkan kekuasaan-Nya dalam menolong dan melindungi mereka dari kejahatan musuh.    Allah menyuruh kaum Muslimin bertawakal kepada-Nya, setelah mereka melakukan usaha dan ikhtiar menurut kemampuan mereka, dan melarang mereka bertawakal selain kepada Allah.

KESIMPULAN
1. Allah memerintahkan kepada orang-orang yang beriman supaya selalu cermat, jujur dan ikhlas karena Allah, baik dalam mengerjakan pekerjaan yang bertalian dengan agama Allah maupun dengan urusan duniawi.
2. Kebencian terhadap suatu kaum, tidak boleh mendorong seseorang untuk tidak berbuat jujur atau berlaku tidak adil.
3. Harus adil dalam memberikan persaksian tanpa melihat siapa orangnya, walaupun akan merugikan diri sendiri, sahabat dan kerabat.
4. Keadilan wajib ditegakkan dalam segala hal, karena keadilan menimbulkan ketenteraman, kemakmuran dan kebahagiaan, dan ketidak adilan akan menimbulkan sebaliknya.
5. Janji Allah berupa ampunan dan pahala yang besar bagi orang beriman yang banyak beramal saleh.
6. Orang kafir yang mendustakan ayat-ayat-Nya adalah penghuni neraka.
7. Allah memerintahkan kepada orang beriman supaya tetap mengingat nikmat yang dikaruniakan kepada mereka.

InsyaaAllah besuk di lanjutkan ke al-Mā'idah/5: ayat 12 s/d 14 tentang       
”INGKAR JANJI ORANG YAHUDI DAN NASRANI”

‎والله أعلم… وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

????✍ Dinukil oleh: Alfaqir illallah Mangesti Waluyo Sedjati

???? REFERENSI :
    1.    Al-Qur’an Dan Tafsirnya (Edisi  
       yang Disempurnakan) Juz 06,
      Departemen Agama RI,
      diterbitkan oleh: Penerbit Lentera
      Abadi, Jakarta, Dicetak oleh:
      Percetakan Ikrar Mandiriabadi,
      Jakarta, 2010
    2.    ???????? Aplikasi Quran Word by Word
__

#Pastikan patuhi protokol kesehatan

•┈•┈•┈••○❁????????????❁○••┈•┈•┈•

???? PENGAJIAN & MAJELIS ILMU “BAITUL IZZAH” SIDOARJO
“Mentradisikan hidup berdasarkan Al Qur'an dan As-Sunnah”

???? Follow us
✅ WhatsApp :
⬇⬇⬇ IKHWAN
???? 36# Pengajian Baiz Ikhwan
https://bit.ly/326jFFU
???? 38# Pengajian Baiz Ikhwan
https://bit.ly/3yb8Dx0
???? 33# Pengajian Baiz Ikhwan
bit.ly/2KfwNPc
???? 06# Pengajian Baiz Ikhwan
bit.ly/3clQTUk
???? 07# Pengajian Baiz Ikhwan
bit.ly/3fyqwws
????Jalsatul Ilmi Ikhwan 01
bit.ly/2VCfcGt

⬇⬇⬇ AKHWAT
???? 31# Pengajian Baiz Akhwat
bit.ly/2wOBOLz.
????35# Pengajian Baiz Akhwat
bit.ly/3al6yBv
????Jalsatul Ilmi Akhwat 02
bit.ly/3cl1UVA
????09# Pengajian Baiz Akhwat
bit.ly/2WITbpQ

✅ Chanel Telegram :
⬇⬇⬇ (IKHWAN)
https://t.me/kajianBaitulIzzah
⬇⬇⬇ (AKHWAT)
https://t.me/PengajianBaitulIzzahAkhwat

???? Raih amal shalih dengan menyebarkan kiriman ini , semoga bermanfaat.
Jazakumullahu khoiron.

(gwa-pmi-bis).