Keutamaan Umat Islam

Keutamaan Umat Islam Foto: Ilustrasi.

*TAFSIR AL QUR’AN (278)
???? QS. Āli ‘Imrān/3: 106-109
???? Senin, 30 November 2020 M
      14 Robi’ul Akhir 1442 H.
???????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????? ????????????????


???? KEUTAMAAN UMAT ISLAM ????


{كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ ۗ وَلَوْ آمَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَّهُم ۚ مِّنْهُمُ الْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ الْفَاسِقُونَ (110) لَن يَضُرُّوكُمْ إِلَّا أَذًى ۖ وَإِن يُقَاتِلُوكُمْ يُوَلُّوكُمُ الْأَدْبَارَ ثُمَّ لَا يُنصَرُونَ (111) ضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ الذِّلَّةُ أَيْنَ مَا ثُقِفُوا إِلَّا بِحَبْلٍ مِّنَ اللَّهِ وَحَبْلٍ مِّنَ النَّاسِ وَبَاءُوا بِغَضَبٍ مِّنَ اللَّهِ وَضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ الْمَسْكَنَةُ ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ كَانُوا يَكْفُرُونَ بِآيَاتِ اللَّهِ وَيَقْتُلُونَ الْأَنبِيَاءَ بِغَيْرِ حَقٍّ ۚ ذَٰلِكَ بِمَا عَصَوا وَّكَانُوا يَعْتَدُونَ (112)} [آل عمران : 110-112]

TERJEMAH
(110)    Kamu (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena kamu) menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka. Di antara mereka ada yang beriman, namun kebanyakan mereka adalah orang-orang fasik. (111) Mereka tidak akan membahayakan kamu, kecuali gangguan-gangguan kecil saja, dan jika mereka memerangi kamu, niscaya mereka mundur berbalik ke belakang (kalah). Selanjutnya mereka tidak mendapat pertolongan. (112) Mereka diliputi kehinaan di mana saja mereka berada, kecuali jika mereka (berpegang) pada tali (agama) Allah dan tali (perjanjian) dengan manusia. Mereka mendapat murka dari Allah dan (selalu) diliputi kesengsaraan. Yang demikian itu karena mereka mengingkari ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi, tanpa hak (alasan yang benar). Yang demikian itu karena mereka durhaka dan melampaui batas.

KOSAKATA: Habl  حَبْلُ (Āli ‘Imrān/3: 112)
     Dalam Al-Qur'an, kata Habl disebut sebanyak tujuh kali. Lima kali dalam bentuk mufrad (tunggal), dua kali dalam bentuk jamak. Semua kata habl yang ada, tidak disebut dalam posisi berdiri sendiri, tetapi disebutkan dalam posisi yang disandarkan pada kata yang lain (mudaf ilaih), sehingga dalam memahaminya tidak mungkin dilihat secara terlepas dari konteks kalimat yang ada. Secara bahasa, kata habl berarti “tali yang biasa digunakan untuk mengikat sesuatu atau alat untuk pegangan”. Tetapi jika kata ini disandarkan pada kata lain, maka maknanya bisa berubah, seperti kata habl al-warid yang terdapat dalam Surah Qaf/50:16. Kata tersebut tidak mungkin dimaknai secara harfiah: tali leher, tetapi mesti dipahami menurut konteksnya: urat nadi leher. Dengan demikian, kata habl dalam ayat 112 Surah Ali ‘Imran, juga mesti dipahami secara metaforis, bukan secara harfiah. Ayat 112 ini masih berkaitan dengan ayat sebelumnya yang menerangkan perilaku orang-orang Ahli Kitab. Mereka akan ditimpa kehinaan kecuali dengan habl min Allah yaitu membayar jizyah berupa pajak kepada pemerintah, dan habl min al-nas, yaitu keamanan yang mereka peroleh dari kaum Muslimin.

MUNASABAH
     Pada ayat-ayat yang lalu diterangkan bahwa pada hari kiamat nanti ada dua golongan manusia yang amat berlainan nasibnya yaitu dengan muka  putih berseri-seri dan yang bermuka hitam muram. Yang pertama adalah wajah kaum mukminin, sedang yang kedua wajah kaum kafirin dan munafikin. Dalam ayat ini disebutkan bahwa orang-orang yang yang beriman adalah sebaik-baik umat di dunia, karena mereka selalu berpegang teguh pada agama Allah, menjunjung tinggi kebenaran mengajak kepada kebaikan, dan mencegah dari kemungkaran dan senantiasa beriman kepada Allah.

???? TAFSIR
     (110) Ayat ini mengandung suatu dorongan kepada kaum mukminin agar tetap memelihara sifat-sifat utama itu dan agar mereka  tetap mempunyai semangat yang tinggi.
     Umat yang paling baik di dunia adalah umat yang mempunyai dua macam sifat, yaitu mengajak kebaikan serta mencegah kemungkaran, dan senantiasa beriman kepada Allah. Semua sifat itu telah dimiliki oleh kaum Muslimin pada masa Nabi dan telah menjadi darah daging dalam diri mereka karena itu mereka menjadi kuat dan jaya. Dalam waktu yang singkat mereka telah dapat menjadikan seluruh tanah Arab tunduk dan patuh di bawah naungan Islam, hidup aman dan tenteram di bawah panji-panji keadilan,
padahal mereka sebelumnya adalah umat yang berpecah-belah selalu berada dalam suasana kacau dan saling berperang antara sesama mereka. Ini adalah berkat keteguhan iman dan kepatuhan mereka menjalankan ajaran agama dan berkat ketabahan dan keuletan mereka menegakkan amar makruf dan mencegah kemungkaran. Iman yang mendalam di hati mereka selalu mendorong untuk berjihad dan berjuang untuk menegakkan kebenaran dan keadilan sebagaimana tersebut dalam firman Allah:
 
{إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ آمَنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ ثُمَّ لَمْ يَرْتَابُوا وَجَاهَدُوا بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ۚ أُولَٰئِكَ هُمُ الصَّادِقُونَ} [الحجرات : 15]

“Sesungguhnya orang-orang mukmin yang sebenarnya adalah mereka yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjihad dengan harta dan jiwanya di jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar.” (al-Hujurat/49: 15)

     Jadi ada dua syarat untuk menjadi umat terbaik di dunia, sebagaimana diterangkan dalam ayat ini, pertama, iman yang kuat dan, kedua, menegakkan amar makruf dan mencegah kemungkaran. Maka setiap umat yang memiliki kedua sifat ini pasti umat itu jaya dan mulia dan apabila  kedua hal itu diabaikan dan tidak dipedulikan lagi, maka tidak dapat disesalkan bila umat itu jatuh ke lembah kemelaratan.
     Ahli Kitab itu jika beriman tentulah lebih baik bagi mereka. Tetapi sedikit sekali di antara mereka yang beriman seperti Abdullah bin Salam dan kawan-kawannya, dan kebanyakan mereka adalah orang fasik, tidak mau beriman, mereka percaya kepada sebagian kitab suci dan kafir kepada sebagiannya yang lain, atau mereka percaya kepada sebagian rasul seperti Musa dan Isa dan kafir kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam
     (111) Ahli Kitab itu tidak membahayakan umat Islam, kecuali sekadar menyakiti hati dengan perkataan yang keji, atau dengan menjelek-jelekan sifat Nabi dan menjauhkan manusia dari agama Islam.
     Segala usaha dan tipu daya mereka akan hilang tak berbekas ditelan oleh keteguhan iman dan ketabahan berjuang yang dimiliki oleh kaum Muslimin sebagaimana diungkapkan dalam ayat ini.
(1)    “Mereka sekali-kali tidak akan mendatangkan mudarat kepada kamu selain gangguan-gangguan berupa celaan saja.” Mereka hanya mencaci, mencela, memburuk-burukkan Islam, mencoba menimbulkan keraguan dan mengumpat Nabi.
(2)    “Dan jika mereka berperang dengan kamu pastilah mereka berbalik melarikan diri ke belakang.” Mereka tidak pernah berhasil menimbulkan kerugian besar di kalangan Muslimin.
(3)    “Kemudian mereka tidak akan mendapat pertolongan,” untuk mencapai kemenangan. Memang belum pernah mereka mendapat kemenangan di dalam peperangan melawan Islam, meskipun mereka bersekutu dengan kaum musyrikin.
     (112) Dengan kekafiran dan keingkaran para Ahli Kitab (Yahudi), serta tindak tanduk mereka yang keterlaluan memusuhi umat Islam dengan berbagai cara dan usaha, Allah menimpakan kehinaan kepada mereka di mana saja mereka berada, kecuali bila mereka tunduk dan patuh kepada peraturan dan hukum Allah dengan membayar jizyah, yaitu pajak untuk memperoleh jaminan keamanan (Habl min Allah) dan mereka memperoleh keamanan dari kaum muslimin (habl min al-nas).
     Tetapi hal ini tidak dapat mereka laksanakan dalam pergaulan mereka dengan Nabi dan para sahabatnya di Medinah, bahkan mereka selalu menentang dan berusaha melemahkan posisi kaum Muslimin dan tetap memusuhi Islam. Karena itu mereka mendapat kemurkaan Allah, ditimpa kehinaan dan terusir dari Medinah.

KESIMPULAN
1. Umat Islam adalah umat terbaik, selama mereka melaksanakan amar makruf dan nahi mungkar dan tetap beriman kepada Allah dan Rasul- Nya, Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam.
2. Ahli Kitab (Yahudi) terdiri dari dua golongan. Pertama golongan yang beriman yang jumlahnya sedikit dan kedua golongan orang fasik yang tetap dalam kekafirannya, dan jumlahnya lebih banyak. Mereka tidak akan dapat membahayakan umat Islam, selama umat Islam berpegang teguh dengan keimanan dan persatuan.
3. Kehinaan selalu menimpa kaum Yahudi karena sifat-sifatnya yang buruk, di antaranya mereka tetap dalam kekafiran, membunuh nabi-nabi, selalu durhaka dan mengobarkan permusuhan. Mereka akan tetap demikian kecuali bila mereka membayar jizyah (Habl min Allah) dan memperoleh keamanan dari kaum muslimin (habl min al-nas).

 _InsyaaAllah besuk pagi di lanjutkan ke Surat Āli ‘Imrān/3 ayat 113-115 tentang “AHLI KITAB YANG BERIMAN”

‎والله أعلم… وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم


????✍ Dinukil oleh: Alfaqir illallah Mangesti Waluyo Sedjati


???? REFERENSI :
    1.    Al-Qur’an Dan Tafsirnya (Edisi  
       yang Disempurnakan) Juz  04,
      Departemen Agama RI,
      diterbitkan oleh: Penerbit Lentera
      Abadi, Jakarta, Dicetak oleh:
      Percetakan Ikrar Mandiriabadi,
      Jakarta, 2010
    2.    Aplikasi Quran Word by Word

•┈•┈•┈••○❁????????????❁○••┈•┈•┈•

???? KAJIAN ISLAM INTENSIF  “BAITUL IZZAH” SIDOARJO

“Mentradisikan hidup berdasarkan Al Qur'an dan As-Sunnah”

????Channel Telegram
https://t.me/kajianBaitulIzzah
????Channel WhatsApp
https://bit.ly/326jFFU (Pria/Ikhwan)
https://bit.ly/3k0SLFh (Wanita/Akhwat)

???? Raih amal shalih dengan menyebarkan kiriman ini , semoga bermanfaat.
Jazakumullahu khoiron.

(gwa).