Karena Ada Perkembangan Hasil Rapid Test Bisa Berubah

Karena Ada Perkembangan Hasil Rapid Test Bisa Berubah Suko Widodo. (ist).

Prof Junaidi: Ada Rescheduling Ujian Bagi Peserta yang Terpantau Reaktif

UNAIR Tindak Lanjuti Keluhan Daffa Soal Perubahan Rapid Test

Penentuan Hasil Rapid Test Peserta UTBK Murni Berdasakan Hasil di Lapangan

Prof Junaidi: Kami Juga Bertanggung Jawab Melindungi Peserta UTBK dari Risiko Covid-19


Dalam pelaksanaan UTBK hari ke-3 pada Selasa (7/7/2020) di UNAIR beredar di media sosial keluhan peserta atas nama Daffa Dzaki. Dalam pernyataan di akun instagram, Daffa menyatakan dirinya menerima perubahan surat rapid test dari panitia, tepatnya seusai ia diperiksa di lokasi rapid test di lobby Magister Management Sekolah Pascasarjana.

Berikut tanggapan resmi  Ketua panitia UTBK Pusat Universitas Airlangga Prof. Junaidi Khotib S.Si, Apt., M.Kes., Ph.D:

Benar bahwa Daffa Dzaki tercatat sebagai peserta UTBK dengan Nomor Peserta 120-381-11-0690 yang terjadwal mengikuti ujian pada pukul 14.00 di FH Laboratorium Komputer I Kampus B UNAIR.  Pada Selasa, 7 Juli 2020 pukul 08.20, Daffa melakukan uji rapid test di Kampus B UNAIR sebagai persyaratan untuk mengikuti UTBK. Setelah 15 menit, Daffa menerima hasil non-reaktif bertandatangan dr. Masrudrotul Ilmiah selaku dokter PLK UNAIR. Kemudian Daffa meninggalkan lokasi. (karena yang bersangkutan ujiannya di sessi siang jam 14)

Pada jam 09.00, petugas test menemukan perkembangan yang berubah, dimana reaksi tes (karena terus dimonitor) bahwa hasil tes yang bersangkutan berubah menjadi reaktif. Panitia pun menghubungi dan melacak kontak yang bersangkutan, tetapi belum tersambung.  “Jadi normalnya hasil rapid test bisa keluar dalam waktu 10-15 menit. Sama halnya dengan rapid test yang dilakukan oleh Daffa, hasilnya keluar dalam waktu 10-15 menit. Namun panitia juga tidak menyangka bahwa 30 menit setelahnya hasil rapid tes itu berubah menjadi reaktif,” kata Prof Junaedi

 

Pada pukul 13.00, Daffa kembali lagi ke Kampus B UNAIR untuk mengikuti UTBK dan menunjukkan hasil uji rapid test yang ia peroleh tadi pagi kepada pengawas ujian. Kemudian salah seorang pengawas ujian meminta yang bersangkutan untuk ke ruang rapid test dan bertemu dengan dr. Masrudrotul Ilmiah dengan memberi tahu dan mengganti surat yang tadinya non reaktif menjadi reaktif.

Daffa kemudian diminta untuk tidak mengikuti ujian dan diminta istirahat pulang kembali ke rumah dengan melakukan isolasi mandiri.Perlu ditegaskan bahwa Prof Junaidi bahwa segala bentuk keputusan panitia dilakukan berdasarkan prosedur protokol pencegahan Covid-19 dan aturan yang dikeluarkan LTMPT (Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi). Perubahan status rapid test Daffa murni berdasarkan hasil tes di lapangan, di lobby MM Sekolah Pascasarjana. 

Sejak Daffa mengunggah di instagramnya, panitia mencoba untuk menghubungi pihak Daffa melalui telepon, namun ternyata tidak akitif atau tidak bisa dihubungi. Kemudian Prof Junaidi mengambil tindakan dengan menghubungi pihak orang tua dan bertatap langsung di UNAIR dengan mengklarifikasi terkait hal itu.

Selanjutnya Rabu pagi dilakukan pertemuan orang tua Daffa dengan Panitia, termasuk Prof. Junaidi. Dalam pertemuan itu, pihak UNAIR menjelaskan bahwa tujuan menunda ujian itu untuk melindungi yang bersangkutan agar dalam kondisi sehat saat melaksanakan ujian. Serta memberikan penjelasan tentang  reschedule jadwal UTBK Daffa ke tahap II berdasarkan ketentuan dan aturan UTBK 2020. Orang tua Daffa berterimakasih dan disepakati perihal kesertaan Daffa untuk ujian pada tahap 2.

Panitia UTBK UNAIR benar-benar merusaha melayanai peserta UTBK secara maksimal sesuai ketentuan LTPMT. Juga memenuhi surat edaran Walikota Surabaya tentang ketentuan rapid test. UNAIR menyelanggarakan tes rapid tersebut tanpa berbayar/ gratis kepada peserta yang kesulitan.

Humas Unair Suko Widodo mengatakan tes gelombang 2 diadakana tanggal 20-29 Juli 2020. Untuk yang tidak bisa ikut gelombang pertama karena hasil yang rektif bisa ikut pada kelombang kedua.(za/rilis).