Jalan Panjang Setelah Kematian

Jalan Panjang Setelah Kematian

Renungan ini mengingatkan betapa panjang perjalanan setelah kematian, namun betapa sedikit bekal yang kita persiapkan. Ini kisah sahabat.

Pernahkah kita menangisi akan diri kita yang penuh dengan kekurangan dan dosa!?
Pernahkah kita memikirkan perbekalan apa yang telah kita persiapkan untuk hari esok!?

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

ﻳَﺎﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁﻣَﻨُﻮﺍ ﺍﺗَّﻘُﻮﺍ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻭَﻟْﺘَﻨْﻈُﺮْ ﻧَﻔْﺲٌ ﻣَﺎ ﻗَﺪَّﻣَﺖْ ﻟِﻐَﺪٍ ﻭَﺍﺗَّﻘُﻮﺍ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﺧَﺒِﻴﺮٌ ﺑِﻤَﺎ ﺗَﻌْﻤَﻠُﻮﻥَ

“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kalian kepada Allah, dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah ia siapkan untuk hari esoknya, dan bertakwalah kalian kepada Allah, sesungguhnya Allah maha mengetahui apa yang kalian lakukan.”
QS. Al Hasyr: 18.

Dari Anas bin Malik radhiyallahu anhu berkata:
Suatu hari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkhutbah dan mengatakan :

ﻟﻮ ﺗﻌﻠﻤﻮﻥ ﻣﺎ ﺃﻋﻠﻢ ﻟﻀﺤﻜﺘﻢ ﻗﻠﻴﻼ ﻭﻟﺒﻜﻴﺘﻢ ﻛﺜﻴﺮﺍً

“Seandainya kalian mengetahui apa yang aku ketahui maka sungguh kalian akan sedikit ketawa dan akan banyak menangis.”

ﻓﻐﻄﻰ ﺃﺻﺤﺎﺏ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻭﺟﻮﻫﻬﻢ ﻭﻟﻬﻢ ﺧﻨﻴﻦ.

Maka para sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menundukkan wajah-wajah mereka dengan mengucurkan air mata.

Didalam riwayat lainnya Beliau mengatakan :

ﻋﺮﺿﺖ ﻋﻠﻲَّ ﺍﻟﺠﻨﺔ ﻭﺍﻟﻨﺎﺭ ﻓﻠﻢ ﺃﺭ ﻛﺎﻟﻴﻮﻡ ﻣﻦ ﺍﻟﺨﻴﺮ ﻭﺍﻟﺸﺮ ﻭﻟﻮ ﺗﻌﻠﻤﻮﻥ ﻣﺎ ﺃﻋﻠﻢ ﻟﻀﺤﻜﺘﻢ ﻗﻠﻴﻼ ﻭﻟﺒﻜﻴﺘﻢ ﻛﺜﻴﺮﺍً

“Diperlihatkan kepadaku surga dan neraka, maka Aku tidak pernah melihat dari kebaikan dan kejelekan semisal di hari itu, seandainya kalian mengetahui apa yang aku ketahui maka pasti kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis.”

ﻓﻤﺎ ﺃﺗﻰ ﻋﻠﻰ ﺃﺻﺤﺎﺏ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻳﻮﻡ ﺃﺷﺪ ﻣﻨﻪ ﻏﻄﻮﺍ ﺭﺅﻭﺳﻬﻢ ﻭﻟﻬﻢ ﺧﻨﻴﻦ

Maka tidaklah ada suatu hari yang lebih dahsyat bagi para sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dari hari itu, mereka menundukkan kepala-kepala mereka dan mengucurkan air mata.
__
Muttafaqun ‘alaih.
Ayyuhal Ikhwah…
Mereka adalah para sahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang merupakan manusia terbaik, namun demikian takutnya mereka dengan kondisi mereka dihari pertemuan itu.

Lalu bagaimana kita!!?
Suatu hari Abu Hurairah radhiyallohu anhu dihari menjelang kematiannya menangis, lalu dikatakan kepada Beliau;

Apakah yang membuat engkau menangis??

Beliaupun menjawab :

أﻣﺎ ﺇﻧﻲ ﻻ ﺃﺑﻜﻲ ﻋﻠﻰ ﺩﻧﻴﺎﻛﻢ ﻫﺬﻩ ، ﻭﻟﻜﻦ ﺃﺑﻜﻲ ﻋﻠﻰ ﺑُﻌﺪ ﺳﻔﺮﻱ

Adapun aku tidaklah menangisi dunia kalian ini, akan tetapi aku menangisi betapa panjangnya perjalananku, namun betapa sedikitnya bekalku.


Ayyuhal Ikhwah…
Sungguh setelah kematian masih ada perjalanan yang begitu panjang.

(Ustadz Fauzan Abu Muhammad Al Kutawy Hafizhahullah).