ITS Boyong 12 Medali pada Pimnas ke-33

ITS Boyong 12 Medali pada Pimnas ke-33 Arief Abdurrakhman ST MT selaku Komandan PKM dan Pimnas ITS 2020 ketika berpidato usai pengumuman Pimnas ke-33 secara daring. (humas).

SURABAYA-kanalsembilan.net

Serangkaian kegiatan Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) ke-33 tahun 2020 yang berlangsung secara daring, telah sampai pada puncaknya. Ke-33 kontingen dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) pun sukses mengamankan 12 medali pada Malam Penutupan ajang bergengsi tersebut, Sabtu (28/11) malam.

Dari 12 medali yang dibawa pulang, separuh diperoleh dari kategori presentasi dan separuhnya lagi dari kategori poster. Dari kategori poster, tiga medali perunggu datang dari Program Kreativitas Mahasiswa - Karsa Cipta (PKM-KC) 1 oleh tim yang diketuai Muhammad Nidhommuddin, Program Kreativitas Mahasiswa - Pengabdian Masyarakat (PKM-M) 1 oleh tim yang diketuai Millads Anwary Fandiaz, dan Program Kreativitas Mahasiswa - Penelitian Eksakta (PKM-PE) 8 oleh tim yang diketuai Hansel Vincent Widjaja.

Sementara itu, masih dari kategori poster, perolehan satu medali perak datang dari PKM-PE 8 oleh tim yang diketuai Zela Marni Safitri. Disusul dua medali emas yang datang dari PKM-PE 8 oleh tim yang diketuai Adhimas Nurul Mustofa dan PKM-KC 2 oleh tim yang diketuai Indra Kusuma. Sehingga, enam perolehan medali dari kategori poster terdiri atas dua medali emas, satu medali perak, dan tiga medali perunggu.

Beralih pada kategori berikutnya, kontingen ITS turut mempersembahkan enam medali pada kategori presentasi yakni tiga medali emas dan sisanya medali perak. Ketiga medali perak datang dari PKM-PE 1 oleh tim yang diketuai Muhammad Rizky Syarifudin, PKM-PE 5 oleh tim yang diketuai Ulfa Miki Fitriana, serta PKM-PE 8 oleh tim yang diketuai Zela Marni Safitri.

Tiga medali emas yang berhasil dikantongi dari kategori presentasi datang dari Program Kreativitas Mahasiswa - Kewirausahaan (PKM-K) 2 oleh tim yang diketuai Muhammad Nauval Ibrahim, PKM-KC 2 oleh tim yang diketuai Sherelle Clairine Hayadi, dan PKM-PE 4 oleh tim yang diketuai Gardini Nilasari. Tidak hanya sampai di situ, nama ITS turut disebut sebagai penerima penghargaan favorit yang diraih PKM-K 3 oleh tim yang diketuai Muhammad Fahlul Alhabsy.

Seluruh peraihan medali yang dikantongi kontingen dari ITS inilah yang sukses menempatkan ITS sebagai juara umum ke-4 dalam Pimnas ke-33 tahun ini. Meski belum berhasil memboyong sang Adhikarta Kertawidya, ITS telah membuktikan eksistensinya jauh lebih baik dari tahun sebelumnya.

Komandan PKM dan Pimnas ITS 2020 Arief Abdurrakhman ST MT menjelaskan, PKM dan Pimnas ini adalah satu-satunya kompetisi nasional yang terpanjang secara durasi serta terbesar secara spektrum lintas departemen, lintas angkatan, dan lintas keilmuan. Di era yang normal, perjalanan PKM biasanya kurang lebih selama 11 bulan. “Namun di era pandemi ini, perjalanan PKM justru menjadi 14 bulan,” ujarnya.

Dikatakannya, selama 14 bulan perjalanan PKM ini dibagi menjadi tiga fase persiapan. Fase pertama adalah fase pembimbingan proposal sampai upload proposal dan pengumuman didanai, fase kedua adalah pelaksanaan pengumuman didanai sampai pengumuman lolos Pimnas, dan fase ketiga dari Pimnas sampai ke pengumuman juara Pimnas.

“Kami bersama-sama baik dosen dan mahasiswa bersinergi untuk bisa memberikan yang terbaik melalui bimbingan di fase satu, dua, dan tiga. Semua dilakukan dengan sinergi , kolaborasi, dan kontribusi,” tegas Arief.

Terlepas dari capaian kontingen ITS untuk Pimnas tahun ini, Arief berpendapat bahwa usaha mahasiswa sudah sangatlah luar biasa. Arief membagikan cerita salah seorang anggota tim yang ayahnya berpulang tepat sehari sebelum pelaksanaan presentasi. Tetapi dengan semangatnya, ia ingin membuktikan kalau ia pasti bisa dan mampu berprestasi. "Untuk orang tuanya, ia tetap presentasi di hari esoknya. Itu saya pikir hal yang luar biasa,” tuturnya salut.

Pun kisah lain datang dari salah satu anggota tim yang terpapar Covid-19 di rumah asalnya. Dengan kondisi itu, Arief bercerita bahwa ia masih punya semangat dan justru dengan semangat itulah kondisinya semakin membaik.

Berbicara mengenai evaluasi, menurut Arief, perlu adanya peningkatan pemahaman terhadap setiap partisi PKM dan pengoptimalan keterlibatan seluruh stakeholder. Termasuk Arief berharap ke depan keterlibatan dari BEM, LMB, dan himpunan-himpunan bisa bergerak mulai dari titik-titik di tataran teknis.

“Tentunya tahun depan kami berharap bisa lebih baik lagi. Kalau bisa, setiap kali Pimnas selalu kita targetkan juara umum,” tandasnya optimistis. (ra/za).