Inilah Jawaban Mengapa Luqman Berwasiat Shalat

Inilah Jawaban Mengapa Luqman Berwasiat Shalat Foto: Ilustrasi.

Dari sekian banyak wasiat Luqman kepada putranya, salah satunya beliau selalu mewasiatkan tentang masalah Sholat. Karena Sholat adalah hubungan terpenting antara seorang hamba dengan Tuhannya.

Karena Sholat itu menerangi hati, membersihkan jiwa dan melunturkan dosa-dosa. Sholat juga memancarkan cahaya Iman dari dalam diri manusia dan mencegahnya dari perbuatan keji dan munkar.

Allah Swt Berfirman :

يَٰبُنَيَّ أَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ وَأۡمُرۡ بِٱلۡمَعۡرُوفِ وَٱنۡهَ عَنِ ٱلۡمُنكَرِ وَٱصۡبِرۡ عَلَىٰ مَآ أَصَابَكَۖ إِنَّ ذَٰلِكَ مِنۡ عَزۡمِ ٱلۡأُمُورِ

“Wahai anakku! Laksanakanlah shalat dan suruhlah (manusia) berbuat yang makruf dan cegahlah (mereka) dari yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpamu, sesungguhnya yang demikian itu termasuk perkara yang penting.” (QS.Luqman:17)

Dan dalam wasiat lainnya, Luqman berpesan kepada putranya :

(1). “Wahai anakku, jika datang waktu Sholat jangan pernah engkau menundanya untuk suatu hal apapun. Laksanakan segera dan setelah itu tugasmu telah selesai, karena Sholat adalah hutang.”

(2). “Wahai anakku, jagalah sholatmu yang telah di wajibkan untukmu! Karena Sholat bagaikan kapal di tengah lautan. Apabila kapal itu selamat maka selamat lah semua yang di dalamnya. Dan apabila kapal itu hancur maka hancurlah semua yang di dalamnya.”

Begitulah Allah Swt membimbing kekasih-Nya Nabi Muhammad Saw dalam firman-Nya :

وَأۡمُرۡ أَهۡلَكَ بِٱلصَّلَوٰةِ وَٱصۡطَبِرۡ عَلَيۡهَاۖ لَا نَسۡـَٔلُكَ رِزۡقٗاۖ نَّحۡنُ نَرۡزُقُكَۗ وَٱلۡعَٰقِبَةُ لِلتَّقۡوَىٰ

“Dan perintahkanlah keluargamu melaksanakan shalat dan sabar dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik di akhirat) adalah bagi orang yang bertakwa.” (QS.Tha-Ha:132)

Dan Allah Swt Berfirman tentang Nabi Ismail as :

وَٱذۡكُرۡ فِي ٱلۡكِتَٰبِ إِسۡمَٰعِيلَۚ إِنَّهُۥ كَانَ صَادِقَ ٱلۡوَعۡدِ وَكَانَ رَسُولٗا نَّبِيّٗا – وَكَانَ يَأۡمُرُ أَهۡلَهُۥ بِٱلصَّلَوٰةِ وَٱلزَّكَوٰةِ وَكَانَ عِندَ رَبِّهِۦ مَرۡضِيّٗا

“Dan ceritakanlah (Muhammad), kisah Ismail di dalam Kitab (Al-Qur’an). Dia benar-benar seorang yang benar janjinya, seorang rasul dan nabi. Dan dia menyuruh keluarganya untuk (melaksanakan) shalat dan (menunaikan) zakat, dan dia seorang yang diridhai di sisi Tuhannya.” (QS.Maryam:54)

“Dan perintahkanlah keluargamu melaksanakan shalat dan sabar dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik di akhirat) adalah bagi orang yang bertakwa.” (QS.Tha-Ha:132)

Dan Allah Swt Berfirman tentang Nabi Ismail as :

وَٱذۡكُرۡ فِي ٱلۡكِتَٰبِ إِسۡمَٰعِيلَۚ إِنَّهُۥ كَانَ صَادِقَ ٱلۡوَعۡدِ وَكَانَ رَسُولٗا نَّبِيّٗا – وَكَانَ يَأۡمُرُ أَهۡلَهُۥ بِٱلصَّلَوٰةِ وَٱلزَّكَوٰةِ وَكَانَ عِندَ رَبِّهِۦ مَرۡضِيّٗا

“Dan ceritakanlah (Muhammad), kisah Ismail di dalam Kitab (Al-Qur’an). Dia benar-benar seorang yang benar janjinya, seorang rasul dan nabi. Dan dia menyuruh keluarganya untuk (melaksanakan) shalat dan (menunaikan) zakat, dan dia seorang yang diridhai di sisi Tuhannya.” (QS.Maryam:54)

Lalu sudahkah kita memperhatikan Sholat dan menghormati waktunya?

Jawabannya ada pada hati kita masing-masing. Wallahu a’lam

(?khazanahalquran).

(hajinews.id).