Hemat di Masa Covid-19

Hemat di Masa Covid-19 Foto: Ilustrasi.

MUTIARA TAKWA ????

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

HEMAT DI MASA COVID

Sekecil apapun nominalnya, uang akan cukup jika digunakan untuk HIDUP. Namun, sebesar apapun nominalnya, uang tidak akan pernah cukup jika digunakan untuk memenuhi GAYA HIDUP

Hemat adalah membelanjakan harta dengan cermat sesuai dengan yang kita perlukan.

Sedangkan boros merupakan sikap ceroboh yang menggunakan harta secara berlebihan tanpa perhitungan yang matang.

Allâh Swt berfirman,

{وَالَّذِينَ إِذَا أَنْفَقُوا لَمْ يُسْرِفُوا وَلَمْ يَقْتُرُوا وَكَانَ بَيْنَ ذَلِكَ قَوَامًا}
Artinya :
Dan (hamba-hamba Allah yang beriman adalah) orang-orang yang apabila mereka membelanjakan (harta), mereka tidak berlebih-lebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan mereka) di tengah-tengah antara yang demikian. (Qs.Al-Furqaan:67)

Pandemi covid-19 adalah saat yang tepat untuk membiasakan diri dan Keluarga agar hidup sederhana dalam hal membelanjakan harta.

Allâh Swt berfirman,

إِنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلادُكُمْ فِتْنَةٌ
Artinya :
Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu merupakan fitnah (bagimu), dan di sisi Allah-lah pahala yang besar.(Qs.At-Taghaabun:15)

Dalam ajaran Islam hidup hemat sangatlah ditekankan sementara pemborosan sebisa mungkin untuk dihindarkan.

Manfaat hidup hemat sangatlah besar diantaranya membuat hidup lebih tenang dan lebih berkah serta jauh dari angan-angan mencari rizki yang tidak halal.

Pada hakikatnya harta yang kita miliki adalah titipan dari Illahi dan disana ada hak fakir dan miskin. bagi mereka yang berkecukupan alangkah baiknya memiliki empati dengan berbagi dengan sesama dengan harapan agar mereka terselamatkan diri dan keluarganya serta nyawa dan iman-Nya dari kufur nikmat.

Allah Ta’ala berfirman,

وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ
Artinya :
Dan apa saja yang kamu nafkahkan (sedekahkan), maka Allah akan menggantinya, dan Dia-lah Pemberi rezki yang sebaik-baiknya. (Qs. Sabaa’:39).

Oleh sebab itu, marilah kita turunkan ego dan gaya hidup kita agar tidak menjadi beban hidup karena nafsu manusia tidak akan pernah puas dan selalu menuntut lebih.

Justru yang menentukan kebahagiaan adalah sifat qana’ah (merasa cukup dan puas dengan rizki yang Allâh Swt berikan).

Semoga bermanfaat,

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

(gwa).