Hallmar Business School Siap Cetak Pengusaha Baru yang Kreatif

Hallmar Business School Siap Cetak Pengusaha Baru yang Kreatif Dua siswa Hallmarr Business School berdiskusi. (zainuddin).

SURABAYA-kanalsembilan.net

Bangsa Indonesia sudah lama jadi tukang jahit sepatu. Namun belum memiliki keberanian untuk jadi mengusaha sepatu. Memiliki merek sendiri, dan berani bersaing dengan pengusaha lain yang memiliki merek sendiri.

Padahal untuk jadi pengusaha memang tidak harus memiliki merek sendiri. Bisa hanya jadi tukang jahit sepatu. Namun itu tidak boleh terlalu lalu lama. Harus berani memiliki merek sendiri, dan kreatif dengan produk barunya.

Kim Pan Seung, Academic Director, Hallmar Business School mengatakan dirinya ingin mencetak pengusaha sendiri, dan bisa mengajak bangsa Indonesia menjadi pengusaha, tidak hanya jadi tukang jahit sepatu.

Untuk itulah, dirinya bersama teman-teman mendirikan Hallmar Business School. Tujuannya untuk mencetak pengusaha baru di Indonesia. Pengusaha muda yang memiliki semangat tingga, dan mampu bersaing dengan pengusaha lain. Pengalaman menjadi tukang jahit sepatu merupakan modal yang besar untuk jadi pengusaha dibidang persepatuan.

Menurut Kim Pan Seung, saat ini di Indonesia ada sekitar 2,5 persen dari total penduduk, masih kurang banyak. Minimal Indonesia ada sekitar 5 persen pengusaha. Ini berarti masih kurang banyak, dan ada peluang kerja baru.

Artinya masih terbuka lapangan kerja yang besar untuk menjadi pengusaha. Hallmar Business School hadir untuk mencetak pengusaha baru tersebut. Untuk tahap awal akan dicetak 1.000 pengusaha baru.

Ditemui padaacara soft opening Hallmar Business School di Royal Residance, Wiyung Surabaya, Rabu (9/9/2020), Dr Michael Adiwijaya, Managing Director Hallmar Business School mengatakan Hallmar akan melatih dan mewujudkan mimpi seseorang menjadi entrepreneur, memberikan pendidikan cepat, sekitar satu tahun. Setelah itu ada pendampingan bagi yang masih pemula.

Menurut Dr Michael Adiwijaya, Hallmar Business School ini didirikan oleh para pebisnis yang rindu mencetak banyak entrepreneur muda di Indonesia. Didukung oleh asosiasi profesi yang siap membantu memberikan bimbingan sesuai dengan bidangnya masing-masing.

Dengan banyaknya entrepreneur muda yang lahir, akan menggerakkan roda ekonomi Indonesia yang saat ini juga tengah berjuang untuk bersinar kembali.

Ada tiga program yang ditawarkan Hallmarr Business School dan diyakini banyak digandrungi anak muda, yaitu Footwearpreneur (menjadi pengusaha alas kaki), Food and Nutrition Entrepreneur (menjadi pengusaha makanan yang mengadopsi unsur gizi dan nutrisi), dan Creative Digital Entreprenuer (menjadi pengusaha kreatif di dunia digital).

Batch 1 dimulai pada September 2020, dan batch 2 hadir pada Februari 2021. Hallmar Business School juga menyediakan beasiswa untuk para calon entrepreneur.

Kim yang asal Korea ini meyakini bahwa usaha baru yang lahir dan berkembang akan menyokong kekuatan pilar ekonomi Indonesia. “Mari memulai langkah untuk membuat produk dalam negeri, mencintai dan menggunakan produk dalam negeri,” tuturnya.

Hallmar Business School yang ada di Indonesia ini sudah menjalin kerjasama dengan Hallmar yang di Korea. Pembukaannya mundur karena ada wabah Covid-19. (za).