Budaya Malu

Budaya Malu Foto: Ilustrasi.

Monggo Ngaji # 267

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

"The water said to the dirty, "Come here." Then the dirty will say, "I'm so ashamed." Water said, "How will your shame be washed off without me?"
(“Air berkata kepada yang kotor, “Kemarilah.” Maka yang kotor akan berkata, “Aku sungguh malu.” Air berkata, “Bagaimana malumu akan dapat dibersihkan tanpa aku?” )

Setiap orang berakal yang memiliki budi pekerti pasti memiliki rasa malu. Namun sayangnya di jaman sekarang ini, yang penuh dengan persaingan untuk memperoleh kekayaan, sudah banyak orang yang kurang memiliki rasa malu lagi, terutama dalam hal berbuat kecurangan.

Dari Abu Mas’ûd ‘Uqbah bin ‘Amr al-Anshârî al-Badri berkata bahwa Rasulullah Saw bersabda,

عَنْ أَبِي مَسْعُوْدٍ عُقْبَةَ بِنْ عَمْرٍو الأَنْصَارِي الْبَدْرِي رَضِيَ الله عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إِنَّ مِمَّا أَدْرَكَ النَّاسُ مِنْ كَلاَمِ النُّبُوَّةِ الأُوْلَى، إِذَا لَمْ تَسْتَحِ فَاصْنَعْ مَا شِئْتَ.  رواه البخاري

Artinya :
Hadits Shahih Bukhari No. 3483, "Sesungguhnya salah satu perkara yang telah diketahui oleh manusia dari kalimat kenabian terdahulu adalah, Jika engkau tidak malu, berbuatlah sesukamu."

Jadi, orang yang tidak memiliki rasa malu akan larut dalam perbuatan keji dan mungkar, serta perbuatan-perbuatan yang dijauhi orang-orang yang mempunyai rasa malu.

Padahal dalam ajaran agama disebutkan bahwa malu merupakan sebagian dari iman.

Dari Abu Hurairah berkata bahwa Rasulullah Saw bersabda,

الإيمان بضع وستون- أو بضع وسبعون – شعبة؛ أفضلها لا إله إلا الله، وأدناها إماطة الأذى عن الطريق، والحياء شعبة من الإيمان
Artinya :
Hadits Shahih Muslim No. 57, “Iman itu ada 60 lebih (atau 70 sekian) cabang. Iman yang paling utama adalah (Ucapan) Laa ilaaha illallah dan yang paling rendah adalah menyingkirkan gangguan dari jalan, sedangkan malu termasuk cabang dari iman.”

Seseorang yang sudah tidak memiliki rasa malu terutama dalam hal berbuat yang tidak baik, akan dapat merugikan dirinya sendiri dan orang lain karena segala tindakannya akan kurang bisa dikontrol dengan hati nurani yang dimiliki sehingga memungkinkan dia bertindak hanya demi kepentingan pribadi.

Banyak orang melakukan suatu kejahatan dengan perasaan santai dan biasa saja. semua itu akibat tidak adanya rasa malu yang dimiliki.

Dari Anas ibnu Malik berkata bahwa Rasulullah Saw bersabda,

ما كان الحياء في شيء إلا زانه، ولا كان الفحش في شيء إلا شانه
Artinya :
Hadits Shahih Ibnu Majah No. 4185, “Malu akan memperindah sesuatu, sedangkan kekejian akan memperjelek sesuatu.”

Malu untuk melakukan hal yang tidak baik harus diterapkan sejak dini. Jangan biarkan kita yang terlahir sebagai manusia yang berakhlak mulia kehilangan rasa malu.

Lawan dari malu adalah tidak tahu malu (muka tembok), ia adalah perangai yang membawa pemiliknya melakukan keburukan dan tenggelam di dalamnya serta tidak malu melakukan maksiat secara terang-terangan.

Dari Abu Hurairah berkata bahwa Rasulullah Saw bersabda,

 كُلُّ أُمَّـتِيْ مُعَافًى إِلاَّ الْـمُجَاهِرِيْنَ.

Artinya :
Hadits Shahih Bukhari No. 6096, “Setiap umatku pasti dimaafkan, kecuali orang yang melakukan maksiat secara terang-terangan.”

Marilah kita menjadi boomerang bagi lingkungan untuk menyebarkan virus malu melakukan kejahatan di lingkungan kita masing-masing. Tanamkanlah rasa malu agar hidup kita aman dan tentram dalam kehidupan dunia dan akhirat.

Semoga bermanfaat,
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Ubaidillah Ichsan, S.Pd
Korps Mubaligh Muhammadiyah (KMM) PDM Jombang

(gwa-tuom).