Belajar

Belajar Daniel Mohammad Rosyid. (ist).

Oleh: Daniel Mohammad Rosyid

Inti dari pendidikan adalah belajar, bukan bersekolah. Belajar adalah sebuah fenomena yang muncul setiap saat seseorang berusaha memaknai pengalamannya (interaksi dengan orang lain dan alam semesta) dari waktu ke waktu, bahkan dari detik ke detik, di mana saja, kapan saja, dengan siapa saja.

Belajar terdiri dari 4 proses utama : mengalami atau praktek dengan seluruh panca indera (mendengar, melihat, mencium, merasa), berbicara (dengan mulut dan lidah), membaca, dan menulis. Proses pertama bersifat empiris, tiga proses berikutnya bersifat simbolik. Belajar adalah sebuan proses mentransformasi pengalaman empiris menjadi sebuah repertoir atau partitur simbolik yang ada dalam kesadaran pembelajar. Menulis adalah ketrampilan simbolik paling kompleks.

Tujuan utama belajar adalah membangun  pribadi yang merdeka (bertawhid). Hanya pada jiwa yang merdeka, tuntutan pertanggungjawaban itu bisa ditagihkan. Adab, akhlaq (jujur, amanah, cerdas dan peduli) dan kompetensi-kompetensi teknis/kinerja yang lain adalah beberapa hasil proses belajar yang diharapkan.  

Lembaga terpenting dalam pendidikan adalah keluarga, bukan sekolah. Sekolah hanya menambahi dan melengkapi saja. Pondasi sistem pendidikan kita harus dipijakkan pada keluarga sebagai satuan edukatif sekaligus satuan produktif. Keluarga bukan sekedar pemasok buruh  trampil, tapi pencipta lapangan kerja, dan pembentuk warga muda yang mampu bertanggungjawab, mandiri, sehat dan produktif di usia 18 tahun.

Rosyid College of Arts,
Gunung Anyar, Surabaya
26/12/2020

(gwa).