Bahaya Ghibah

Bahaya Ghibah Foto: Ilustrasi.

Monggo Ngaji # 276

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

"Whoever can guard his tongue, then his pride will be saved."
("Barangsiapa yang dapat menjaga lisannya, maka selamatlah harga dirinya.")

Manusia adalah makhluk sosial yang tidak lepas dari berinteraksi dengan orang lain, mereka saling membutuhkan satu sama lain. Akan tetapi tanpa disadari ketika sedang asyik ngobrol dan tema yang dibicarakan habis, terkadang kita lepas kontrol sehingga terjatuh membicarakan aib orang lain (Ghibah).

Makna Ghibah adalah membicarakan seseorang dengan sesuatu yg ia benci jika ia mendengarnya.
Jika hal ini kita lakukan, maka kita adalah orang yg telah melakukan ghibah dan aniaya, walaupun kita berkata benar.

Allâh Swt berfirman,

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱجْتَنِبُوا۟ كَثِيرًا مِّنَ ٱلظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ ٱلظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا۟ وَلَا يَغْتَب بَّعْضُكُم بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَن يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ تَوَّابٌ رَّحِيمٌ
Artinya :
"Hai orang-orang yg beriman, jauhilah kebanyakan purba- sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari -cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yg suka memakan daging saudaranya yg sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang."(Qs. Al Hujurat : 12)

Dalam ayat ini Allâh Swt mengibaratkan (menggunjing) sama dengan memakan bangkai manusia. Oleh karena itu, alangkah baiknya jika kita dapat menghindari perbuatan tersebut. Jika kita mau me­renung, kita tak akan menggunjing sesama muslim.

Dalam Islam kita diperintahkan untuk me­nutupi aib saudara kita. karena jika me­nutupi aib saudara kita, maka Allâh Swt akan menutupi aib kita.

Sebagai orang mukmin diperintahkan untuk menjaga lidah dari menggunjing orang lain.
meskipun persangkaan kita benar, janganlah kita rusak de­ngan mencela dan menghancurkan kehormatan mereka.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah berkata bahwa Rasulullah Saw bersabda,

إِنَّ العَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالكَلِمَةِ، مَا يَتَبَيَّنُ فِيهَا، يَزِلُّ بِهَا فِي النَّارِ أَبْعَدَ مِمَّا بَيْنَ المَشْرِقِ
Artinya :
Hadits Shahih Bukhari No. 6477 dan Muslim No. 2988, "Sesungguhnya seorang hamba mengucapkan kalimat tanpa dipikirkan terlebih dahulu, dan karenanya dia terlempar ke neraka sejauh antara jarak ke timur."

Hadits di atas memberi peringatan kepada kita, untuk senantiasa menjaga lidah dari, bercanda, mengejek, menghina orang lain.
Peliharalah lidah baik dalam kondisi serius maupun saat bercanda, karena yg demikian bisa menjatuhkan kehormatan, menu­runkan wibawa, membuat risau, dan menyakiti hati. Hal ini merupakan pangkal timbulnya murka dan marah serta dapat menanamkan benih-benih kedengkian di da­lam hati.

Maka oleh sebab itu, janganlah kita bercanda sampai melampaui batas, jika ada yg bercanda dengan kita dan mengarah pada ghibah, janganlah kita balas, berpalinglah dari mereka sampai dia mem­bicarakan hal lain.

Semoga bermanfaat,
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Ubaidillah Ichsan, S.Pd Korps Mubaligh Muhammadiyah KMM(PDM) Jombang

(gwa-tuom).